Minggu, 25 Agustus 2019

Bantu Penderita Kejang di Kereta, Kisah Menginspirasi Ini Jadi Viral

Netizen itu berharap kisah viralnya bisa membantu orang lain

Angga Roni Priambodo | Amertiya Saraswati
Ilustrasi kereta api. (Unsplash/Dark room)
Ilustrasi kereta api. (Unsplash/Dark room)

Guideku.com - Berbagai macam kisah dan insiden di kereta kerap dibagikan di media sosial. Belum lama ini, kisah seorang perempuan menjadi viral dan sukses menginspirasi banyak orang.

Kisah itu sendiri dibagikan oleh penumpang bernama Erynn Brook yang saat itu sedang naik subway di Kanada.

Lewat thread twitternya, perempuan ini membagikan kisahnya saat dia bertemu penderita kejang atau epilepsi di kereta pada malam hari.

Saat itu, penumpang yang ditemuinya tahu-tahu bertanya apakah Erynn Brook akan segera turun.

Di sanalah, Brook mendapati jika perempuan yang bertanya membawa sebuah kertas berlaminating yang bertuliskan ''rencana penanganan kejang''.

Kisah Netizen Bertemu Penderita Kejang di Kereta (twitter.com/ErynnBrook)
Kisah Netizen Bertemu Penderita Kejang di Kereta (twitter.com/ErynnBrook)

Curiga, Brook pun bertanya apakah penumpang itu tengah mengalami kejang.

Penumpang itu pun kemudian menjawab bahwa dia kemungkinan besar akan mengalami kejang dan meminta Erynn Brook untuk duduk bersamanya.

Benar saja, tak lama kemudian penumpang itu pun mengalami kejang. Untunglah, Erynn Brook lekas tanggap dan mengikuti rencana penanganan yang ada.

''Kertas penanganan itu seperti jangkar. Itu memberitahuku apa yang harus dilakukan, apa yang tidak boleh dilakukan, berapa lama kejang terjadi, apa obat yang harus diminum, apa langkah yang harus diambil jika dia tidak merespons,'' jelasnya.

Kisah Netizen Bertemu Penderita Kejang di Kereta (twitter.com/ErynnBrook)
Kisah Netizen Bertemu Penderita Kejang di Kereta (twitter.com/ErynnBrook)

Bukan hanya itu saja, Brook lantas menyadari bahwa penumpang yang meminta tolong padanya itu kerap mengalami kejang.

Dikatakan, penumpang itu mengalami kejang kurang lebih 1-4 kali per hari dan setiap kalinya berlangsung 10-60 menit.

Namun, yang membuat kagum, penumpang ini awalnya bersikeras bahwa dia tidak perlu diantar pulang.

Bahkan, sebelum mengalami kejang, penumpang ini pun sudah sigap melipat syal yang dibawanya dan menggunakannya sebagai bantal agar tidak terbentur.

''Aku sangat lelah, aku hanya ingin pulang,'' kata Brook mengutip penumpang tersebut.

Kisah Netizen Bertemu Penderita Kejang di Kereta (twitter.com/ErynnBrook)
Kisah Netizen Bertemu Penderita Kejang di Kereta (twitter.com/ErynnBrook)

Pada akhirnya, Erynn Brook sendiri bersikeras bahwa dia ingin mengantar pulang dan membantu penumpang yang ditemuinya tadi.

Meski begitu, kejadian ini membuat Brook merasa tersentuh sekaligus terinspirasi.

''Dia sangat siap untuk menghadapi kejangnya sendirian. Aku tidak benar-benar membantunya. Aku hanya mengawasi sesuai rencananya. Dia hanya ingin pulang,'' jelas Brook.

''Kita diajari untuk menelepon emergensi jika sesuatu terlihat buruk. Jika dia tidak punya kertas berlaminating itu, mungkin aku akan menelepon emergensi begitu dia kejang.''

''Padahal, dia hanya ingin pulang karena ini adalah hidupnya sehari-hari. Dia akan merasa terbebani jika ambulans membawanya dan dia diharuskan membayar biaya rumah sakit.''

Sejak dibagikan, kisah ini sendiri sudah menjadi viral dan diretweet puluhan ribu netizen.

Tak hanya itu, banyak orang pun merasa terinspirasi sekaligus berharap agar orang-orang jauh lebih peduli pada penderita kejang atau orang berkebutuhan khusus lainnya.

Terkait

Terkini