Miris, Gara-gara Boneka, Anak Penyandang Autisme Ini Dilarang Naik Pesawat

Maskapai ini tuai kecaman dari para netizen.

Dany Garjito | Arendya Nariswari
Selasa, 30 April 2019 | 15:00 WIB
Ilustrasi anak kecil membawa boneka. (Unsplash Anniespratt)

Ilustrasi anak kecil membawa boneka. (Unsplash Anniespratt)

Guideku.com - Belum lama ini seorang anak penyandang autisme bernama Leo hendak bertolak dari Bandara Alicante menuju Inggris bersama pengasuhnya.

Namun, di tengah waktu keberangkatannya tiba-tiba staff maskapai Ryanair ini bertindak seakan tak memperbolehkan buah hati dan pengasuhnya naik ke pesawat.

Sang ibu, Helen Estella mengungkapkan kekecewaanya kepada maskapai Ryanair melalui Facebook.

''Ini anak saya Leo, berusia 15 tahun, dia memiliki autisme parah dengan kapasitas mental seorang anak umur 3 tahun. Malam ini Ryanair menolak untuk terbang pulang bersamanya karena buah hati saya membawa boneka dan mereka meminta bayaran untuk itu sebagai tas tangan,'' tulis Estella.

Maskapai Ryanair ini menerapkan denda 25 poundsterling atau senilai Rp 460 ribu untuk barang bawaan tambahan.

Karena merasa tertekan, pihak maskapai memanggil pihak kepolisian dan mengancamnya dengan sebuah suntikan.

Alhasil, anak ini semakin gelisah dan ketakutan.

Curhat seorang ibu yang kecewa anaknya tak diperbolehkan naik pesawat. (Facebook Helen Estella)
Curhat seorang ibu yang kecewa anaknya tak diperbolehkan naik pesawat. (Facebook Helen Estella)

 

Keluarga sempat meminta bantuan khusus namun ditolak karena pihak maskapai Ryanair mengatakan Leo bisa berjalan sendiri.

Bagasi Leo dan pengasuhnya diambil dari pesawat sebelum mereka diberitahu bahwa keduanya tidak bisa ikut terbang hingga empat hari mendatang.

Menurut sang ibu, seharusnya buah hatinya dibawa ke ruang medis di bandara untuk berobat.

Baca Juga: Serunya Bermandikan Virtual Reality di 360 Dome Experience

''Dia sekarang ketakutan dan terjebak. Kamu sangat memalukan Ryanair,'' sebut Estella.

Beruntung sebuah maskapai penerbangan Jet2 pada hari itu mau menerima Leo dan pengasuhnya dengan baik.

Kru Jet2 dengan profesional membantu menenangkan Leo dan memberikannya kursi.

Beberapa pramugari bahkan sempat mengajaknya bermain boneka dengan tenang.

''Bahkan kapten Jet2 sempat datang untuk memeriksa kesehatan Leo,'' imbuh Estella.

Tidak sedikit netizen yang mengecam tindakan Ryanair terhadap anak penyandang autisme tersebut.

Melalui Twitter, pihak Ryanair sempat menanggapi permasalahan tersebut dan mengatakan mereka tidak ada maksud untuk mengusir Leo dan pengasuhnya.

Wah, semoga kejadian serupa tidak terulang kembali ya travelers? Miris banget.

×
Zoomed
Berita Terkait TERKINI
Di tengah ancaman krisis iklim dan kerusakan alam, banyak orang mulai mempertanyakan bagaimana cara menikmati liburan ta...
travel | 13:18 WIB
Kasus penembakan tersebut menjadi menjadi sorotan terhadap WNA Australia....
travel | 12:13 WIB
Dua orang pendaki tertangkap pada 15 Juni 2025....
travel | 12:50 WIB
Penetapan Dataran Tinggi Dieng sebagai geopark nasional disambut dengan harapan besar, terutama dari para pelaku wisata ...
travel | 11:00 WIB
Aplikasi yang baik akan membantu Anda menghemat waktu dan uang, serta meminimalkan potensi masalah selama proses pemesan...
travel | 10:00 WIB
Diketahui konten itu diunggah oleh akun media sosial TikTok....
travel | 11:15 WIB
Namun Amir meminta Pemda DIY maupun Pemkab Gunungkidul harus memperhatikan jalur-jalur alternatif....
travel | 10:00 WIB
Angela Gilsha mengaku sempat datang ke sana....
travel | 13:22 WIB
Terdapat kenaikan sebesar 8,92 persen dari total kunjungan sebanyak 3.223.229 kunjungan....
travel | 14:27 WIB
Menurutnya peringatan perjalanan dari Australia ini adalah sebuah risiko, namun wisatawan manapun akan aman di Bali jika...
travel | 14:09 WIB