Selasa, 20 Agustus 2019

Lupakan China dan Australia, Bali Penuh Sesak Gara-gara Turis Instagram

Demi foto keren, wisatawan sering melakukan Instagram Tour.

Angga Roni Priambodo | Arendya Nariswari
Ilustrasi turis Instagram. (pixabay/sasint)
Ilustrasi turis Instagram. (pixabay/sasint)

Guideku.com - Tak bisa dipungkiri lagi memang, Bali menjadi salah satu destinasi primadona wisatawan dari berbagai belahan dunia.

Dilansir Guideku.com dari laman TripAdvisor, Bali bahkan menduduki peringkat 5 dari 25 destinasi wisata terbaik dunia.

Banyaknya wisatawan di Bali didominasi oleh turis China dan Australia menurut BPS dikutip Guideku dari laman South China Morning Post.

Ternyata, bukan hanya turis China dan Australia saja yang menempati urutan teratas sebagai pengunjung Pulau Dewata.

Belum lama ini muncul trend Instagram Tour alias turis Instagram

Nah, Instagram Tour ini biasanya sengaja dilakukan beberapa orang yang rela berlibur jauh demi mendapatkan foto terbaik untuk diunggah ke media sosial.

Tidak sedikit agen wisata yang menawarkan jasa Instagram Tour ini.

Bali. (Pixabay/DEZALB)
Bali. (Pixabay/DEZALB)

Untuk mendapatkan pengalaman Instagram Tour ini travelers wajib menyiapkan dana mulai dari Rp 450 sampai Rp 2 juta per destinasi wisatanya.

Sayangnya Instagram Tour ini memiliki beberapa kekurangan.

Bukannya menikmati keindahan destinasi wisata Bali, para turis hanya akan banyak menghabiskan waktu untuk fokus berfoto.

Bali Bible bahkan memberikan janji bahwa Instagram Tour miliknya akan menghadirkan kenangan seumur hidup.

Tapi Profesor dari Universitas Princeton Amerika Serikat mengatakan sebaliknya.

Melalui makalah milik Diana Tamir, profesr ini menyebutkan bahwa ingatan peristiwa kurang bisa dikenang usai didokumentasikan dalam sebuah foto.

So, travelers yang sering wisata ke Pulau Bali dan tempat lainnya jangan melulu liburan demi foto kece ya.

Terkait

Terkini