Minggu, 19 Mei 2019

Agar Wisatawan Betah, Penduduk Hongkong Diminta Lebih Murah Senyum

Tahun lalu banyak turis mengeluh, supir di Hongkong kurang ramah.

Dany Garjito | Arendya Nariswari
Hongkong. (Pixabay/AndyLeungHK)
Hongkong. (Pixabay/AndyLeungHK)

Guideku.com - Penduduk Hongkong diminta murah senyum kepada wisatawan asing guna meningkatkan kualitas layanan pariwisata kota.

Hal ini ditekankan karena banyaknya sambutan tidak ramah oleh pegawai restoran, penjaga toko hingga supir taksi, ungkap Dewan Pariwisata dikutip Guideku.com dari laman South China Morning Post.

Promotor pariwisata, Pang Yiu-Kai mengatakan bahwa supir taksi yang tidak ramah serta layanan Wi-fi buruk menjadi hal yang paling banyak dikeluhkan para wisatawan akhir tahun lalu.

Padahal, usut punya usut jumlah turis yang datang ke berbagai destinasi wisata di Hongkong telah mencapai angka 65, 1 juta orang lho.

Pang mengajak para staf penyedia layanan pelanggan untuk lebih ramah dan tersenyum kepada pengunjung.

''Senyum kan gratis, mengapa tidak memberikannya,'' ungkap Pang.

''Semakin banyak kamu tersenyum, semakin besar kemungkinan turis akan memberikan tip, jadi semakin banyak pendapatan juga kan?'' imbuhnya.

Meski begitu, tidak sedikit pula wisatawan yang suka dengan Hongkong dari segi prosedur imigrasi dan destinasi wisata.

Hong Kong. (Pixabay/Free-Photos)
Hong Kong. (Pixabay/Free-Photos)

 

''Akibat perang dagang AS-China yang meningkat belum lama ini, Hongkong perlu meningkatkan kualitas layanan lebih lanjut,'' sebut Pang.

''Jika kami tidak melakukan layanan lyang lebih baik, kami akan ketinggalan di belakang,'' tambahnya.

Pang menyebutkan bahwa perang dagang mengakibatkan efek domino yang kemudian berdampak kepada bisnis wisata.

Amerika Serikat sendiri merupakan sumber wisatawan terbesar keempat di Hongkong.

Direktur eksekutif Dewan Anthony Anthony Lau Chu-Hon mengatakan, jumlah wisatawan sempat merosot pada tahun 2001.

Untuk meningkatkan kembali jumlah wisatawan, dewan terkait sempat memperbaharui situs web dan aplikasi selulernya dalam kemitraan dengan Goofle.

Lau mengatakan bahwa akan ada platform baru untuk wisatawan pada akhir tahun 2019.

Akan ada lebih dari 10.000 toko serta restoran yang disertifikasi oleh layanan pariwisata berkualitas di Hongkong.

Wisatawan nantinya juga akan dengan mudah mengakses informasi pariwisata melalui Google Map.

Wah, travelers pasti jadi semakin tertarik untuk menikmati liburan di Hongkong kan?

Terkait

Terkini