Minggu, 25 Agustus 2019

Tak Terlupakan, Sensasi Menumpangi 4 Kereta Terunik di Jepang

Menikmati Jepang dengan cara yang seharusnya.

Galih Priatmojo | Aditya Prasanda
Ilustrasi kereta api di Jepang. (Pixabay/Wikimedia images)
Ilustrasi kereta api di Jepang. (Pixabay/Wikimedia images)

Guideku.com - Menumpangi kereta merupakan salah satu cara menikmati Jepang secara utuh selain berjalan kaki dan mengayuh sepeda. Lewat kereta, kita akan disuguhkan kelindan lekuk kehidupan khas Jepang yang sulit dicari padanannya di negara lain.

Tak hanya itu, di sepanjang perjalanan, kita akan disuguhkan lanskap khas Negeri Matahari Terbit yang mudah membuat siapa pun jatuh hati. 

Tentu pengalaman ini kian berkesan tatkala menumpangi kereta unik dengan fasilitas yang tiada duanya, seperti dihimpun Guideku.com dari berbagai sumber berikut. Apa saja?

Ichido Densa

Berbeda dengan kereta pada umumnya, Ichigo Densha mengusung tema serba stroberi.

Di setiap sudut kereta ini dapat kita temukan pernak-pernik buah-buahan dengan cita rasa asam manis tersebut menghiasi baik interior maupun eksterior kereta. Dari tempat duduk, pigura hingga stiker yang tersemat di pintu, semua serba stroberi.

Tak hanya itu, furnitur yang memenuhi interior pun dibuat dari bahan kayu yang memberikan sentuhan bak berada di rumah sendiri.

(Wikimedia Birstporse)
(Instagram Birstporse)

 

Kereta unik yang mulai beroperasi tahun 2006 ini diinisiasi warga setempat yang memprotes keras diberhentikannya kereta Wakayama Dentetsu Railway sebab kurangnya jumlah penumpang.

Tak habis akal, warga kemudian berinsiatif membuat kereta dengan konsep imut dan manis tersebut.

(Wikimedia Pats Walk of Life)
(Instagram Pats Walk of Life)

 

Tak hanya itu, warga turut mengangkat seekor kucing bernama Tama sebagai kepala stasiun.

(Wikimedia Sora0430ye)
(Instagram Sora0430ye)

 

Usaha warga tak sia-sia, tema kereta yang unik memancing minat wisatawan untuk merasakan sensasi menumpangi kereta stroberi.

Bahkan kereta Ichigo Densha sempat menyabet Penghargaan Kereta Terbaik Jepang.

Limited Axpress Aso Boy

(Wikimedia Rsa)
(Wikimedia Rsa)

 

Melakukan perjalanan bersama kereta keluarga berdesain imut dan menggemaskan ini, kita harus merogoh kocek berkisar Rp 422 ribu.

Bersama Limited Axpress Aso Boy, kita akan disuguhkan beragam fitur kereta nan memanjakan anak-anak dan orangtua.

Kereta ini juga dilengkapi wahana bermain dan perpustakaan untuk anak-anak.

Kyotrain Garaku

Unik, Jepang ciptakan interior kereta api berbentuk rumah tradisional Kyoto. (Twitter/Inachupika)
Unik, Jepang ciptakan interior kereta api berbentuk rumah tradisional Kyoto. (Twitter/Inachupika)

 

Kyotrain Garaku, kereta jurusan Osaka-Kyoto ini menyuguhkan pengalaman menumpangi kereta secara berbeda.

Gerbongnya yang berwarna merah maroon dengan beragam fitur bermotif daun maple, ornamen sakura dan bunga geranium, mudah mengingatkan kita pada keelokan rumah tradisional Kyoto.

Untuk menumpanginya, kita harus merogoh kocek sekitar Rp 52 ribu per orang.

Tsugaru Testsudo Stove Train

Hanya beroperasi selama 4 bulan dalam setahun, tepat saat musim dingin menyelimuti Jepang dari tanggal 1 Desember hingga 31 Maret, Tsugaru Testsudo Stove Train (Kereta Kompor) menjelma salah satu kereta paling unik yang dimiliki Negeri Sakura.

Di dalam kereta ini, sebuah kompor daruma berbahan bakar batu bara difungsikan sebagai penghangat ruangan.

Kompor yang digunakan masyarakat Jepang pada era Meiji 1926 hingga 1989 ini disebut daruma sebab memiliki bentuk yang menyerupai jimat daruma yang akrab digunakan masyarakat setempat.

(Wikimedia Kotaro)
(Wikimedia Kotaro)

 

Saat api mengecil, konduktor akan memasukkan batu bara ke dalam kompor daruma, agar kehangatan di dalam kereta senantiasa terjaga.

Para penumpang pun kerap memanfaatkan kompor daruma untuk menghangatkan cumi kering dan bermacam makanan ringan, teman santap camilan bersama sake yang pas dinikmati tatkala musim dingin.

(Wikimedia Theory J)
(Wikimedia Theory J)

 

Hingga hari ini, Tsugaru Testsudo Stove Train telah beroperasi lebih dari 60 tahun sejak 1950-an menyisir rute perlintasan melewati kawasan persawahan dan perkebunan yang diselimuti salju setinggi 4 meter.

Untuk menumpangi kereta kompor ini, kita harus merogoh kocek sebesar 400 Yen atau setara Rp 50 ribu.

Terkait

Terkini