Traveling di Masa Depan Bisa Tanpa Paspor, Seperti Apa?

Ini caranya traveling tanpa paspor dan menghemat penggunaan kertas.

Dany Garjito | Amertiya Saraswati
Jum'at, 28 Juni 2019 | 09:00 WIB
Paspor (Unsplash)

Paspor (Unsplash)

Guideku.com - Paspor adalah salah satu dokumen penting yang dibutuhkan setiap travelers saat pergi ke luar negeri. Sedikit kerusakan saja, maka paspor tidak akan bisa digunakan dan travelers terancam tertahan di bandara.

Namun, bagaimana jadinya jika paspor ternyata tak lagi diperlukan di masa depan dan bisa digantikan dengan aplikasi dalam ponsel?

Hal tersebut ternyata tidak mustahil, seperti dilansir Suara.com dari laman World Economy Forum.

Meski masih dalam masa percobaan, sebuah program yang bernama Known Traveller Digital Identity (KTDI) akan mengizinkan travelers untuk melakukan penerbangan internasional tanpa dokumen.

Dikabarkan, program ini akan dites dalam waktu dekat, di mana para penumpang akan melakukan perjalanan dari Kanada ke Belanda dengan ponsel mereka alih-alih paspor.

Ilustrasi penggunaan ponsel dalam pesawat. (Pixabay)
Ilustrasi ponsel. (Pixabay)

KDTI sendiri dibuat karena banyaknya peningkatan penumpang pesawat yang hendak melakukan perjalanan ke luar negeri.

Dengan menggunakan data digital, proses pengecekan identitas penumpang di bandara diharap dapat dipercepat. Selain itu, risiko pemalsuan identitas pun dapat diperkecil.

Baca Juga: Paspor Dicorat-coret Anaknya, Pria Ini Terancam Tak Bisa Pulang

"Pada 2030, kedatangan internasional diperkirakan akan mencapai 1,8 miliar penumpang. Dengan sistem yang ada sekarang, bandara tidak akan bisa mengatasi perkembangan ini," ujar Head of Mobility dalam World Economic Forum.

Lewat KTDI, data penumpang nantinya akan disimpan dan dienkripsi dalam ponsel alih-alih paspor. Kemudian, data ini juga akan dikirimkan ke pihak maskapai, imigrasi, dan pihak berwenang lain di bandara.

Pengiriman data sendiri dilakukan sebelum penumpang tiba di bandara, dan dilakukan dengan persetujuan penumpang yang bersangkutan.

Bagaimana menurutmu?

×
Zoomed
Berita Terkait TERKINI
Di tengah ancaman krisis iklim dan kerusakan alam, banyak orang mulai mempertanyakan bagaimana cara menikmati liburan ta...
travel | 13:18 WIB
Kasus penembakan tersebut menjadi menjadi sorotan terhadap WNA Australia....
travel | 12:13 WIB
Dua orang pendaki tertangkap pada 15 Juni 2025....
travel | 12:50 WIB
Penetapan Dataran Tinggi Dieng sebagai geopark nasional disambut dengan harapan besar, terutama dari para pelaku wisata ...
travel | 11:00 WIB
Aplikasi yang baik akan membantu Anda menghemat waktu dan uang, serta meminimalkan potensi masalah selama proses pemesan...
travel | 10:00 WIB
Diketahui konten itu diunggah oleh akun media sosial TikTok....
travel | 11:15 WIB
Namun Amir meminta Pemda DIY maupun Pemkab Gunungkidul harus memperhatikan jalur-jalur alternatif....
travel | 10:00 WIB
Angela Gilsha mengaku sempat datang ke sana....
travel | 13:22 WIB
Terdapat kenaikan sebesar 8,92 persen dari total kunjungan sebanyak 3.223.229 kunjungan....
travel | 14:27 WIB
Menurutnya peringatan perjalanan dari Australia ini adalah sebuah risiko, namun wisatawan manapun akan aman di Bali jika...
travel | 14:09 WIB