Sering Dicuri Wisatawan, Taman Bunga Teratai Ini Akhirnya Tutup

Wisatawan kerap bawa pulang bunga teratai dari taman.

Dany Garjito | Arendya Nariswari
Kamis, 04 Juli 2019 | 07:00 WIB
Ilustrasi bunga teratai. (Pixabay/jennyzhh2008)

Ilustrasi bunga teratai. (Pixabay/jennyzhh2008)

Guideku.com - Baru-baru ini sebuah taman ekologi di China terpaksa tutup selama satu tahun karena ulah wisatawan yang tak bertanggung jawab.

Dilansir Suara.com dari laman Asia One, Rabu (3/7/19), diketahui wisatawan banyak yang datang dan mencuri bunga teratai di taman tersebut.

Longqiao Cultural and Ecological Park di wilayah Sichuan ini telah ditutup sejak bulan Maret lalu.

Taman tersebut sedang direnovasi dan mengalami perbaikan fasilitas serta manajemen.

Taman ini dikenal dengan ladang bunga teratainya yang begitu luas dan indah.

Bunga teratai ini menghiasi kurang lebih tanah seluas 65 hektar dari taman.

Namun, pada awal musim panas, banyak wisatawan tak bermoral yang membobol taman dan memetik paksa bunga teratai tersebut.

Hal ini tentu membuat manajemen terpaksa menutup taman untuk sementara waktu.

Baca Juga: Mewah, Resor Bintang Lima Ini Malah Disebut Mirip Kota Hantu

Turis kerap curi bunga teratai ini buat warganet geram. (Weibo)
Turis kerap curi bunga teratai ini buat warganet geram. (Weibo)

"Kami tidak bisa mengendalikan para turis. Kami hanya bisa menjamin bahwa kami telah melakukan pekerjaan kami dengan baik. Kamu telah membuat peringatan di gerbang taman dan ladang bunga serta kamu memiliki personil keamanan yang berpatrol," ungkap salah seorang pegawai bernama Zhou.

Zhou menambahkan bahwa pekerjaan renovasi taman hampir selesai, namun tak ada gunanya membuka tempat itu kembali karena banyak bunga yang dicuri dan hampur tak tersisa.

Sekitar dua sampai tiga ratus orang masih mencoba membobol taman setiap hari membuat manajemen harus menambah jumlah patroli keamanan.

Foto serta video orang-orang yang memetik bunga teratai ini telah beredar luas dan menuai kritikan pedas.

"Pagar tinggi bahkan tak bisa mengentikan wisatawan dan warga tanpa sopan santun ini," ungkap salah seorang pengguna Weibo.

"Hanya hukuman yang bisa menghentikan aksi orang-orang serakah ini," imbuh warganet lainnya.

×
Zoomed
Berita Terkait TERKINI
Di tengah ancaman krisis iklim dan kerusakan alam, banyak orang mulai mempertanyakan bagaimana cara menikmati liburan ta...
travel | 13:18 WIB
Kasus penembakan tersebut menjadi menjadi sorotan terhadap WNA Australia....
travel | 12:13 WIB
Dua orang pendaki tertangkap pada 15 Juni 2025....
travel | 12:50 WIB
Penetapan Dataran Tinggi Dieng sebagai geopark nasional disambut dengan harapan besar, terutama dari para pelaku wisata ...
travel | 11:00 WIB
Aplikasi yang baik akan membantu Anda menghemat waktu dan uang, serta meminimalkan potensi masalah selama proses pemesan...
travel | 10:00 WIB
Diketahui konten itu diunggah oleh akun media sosial TikTok....
travel | 11:15 WIB
Namun Amir meminta Pemda DIY maupun Pemkab Gunungkidul harus memperhatikan jalur-jalur alternatif....
travel | 10:00 WIB
Angela Gilsha mengaku sempat datang ke sana....
travel | 13:22 WIB
Terdapat kenaikan sebesar 8,92 persen dari total kunjungan sebanyak 3.223.229 kunjungan....
travel | 14:27 WIB
Menurutnya peringatan perjalanan dari Australia ini adalah sebuah risiko, namun wisatawan manapun akan aman di Bali jika...
travel | 14:09 WIB