Mengenang Sutopo BNPB, Ujung Tombak Pengabar Bencana Alam di Indonesia

Sutopo Purwo Nugroho meninggal dunia ketika berobat di Guangzhou China.

Dany Garjito
Minggu, 07 Juli 2019 | 11:26 WIB
Kepala Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNP), Sutopo Purwo Nugroho. (Risna Halidi/Suara.com)

Kepala Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNP), Sutopo Purwo Nugroho. (Risna Halidi/Suara.com)

Guideku.com - Bagi Anda pengguna media sosial maupun para awak media nasional, nama Sutopo Purwo Nugroho pasti sudah tak asing lagi mendengarnya. Sutopo Purwo Nugroho adalah Kepala Pusat Data, Informasi dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).

Di tengah gencarnya hoaks tak bertanggung jawab serta minimnya pengetahuan orang awam soal kebencanaan, Sutopo BNPB adalah suara yang paling 'kredibel' dan dapat dipercaya dalam penyebaran informasi terkait bencana alam di Indonesia.

Sebagai kepala pusat data dan informasi serta humas, tugas Sutopo Purwo Nugroho adalah menyampaikan kebenaran terkait data, informasi setiap bencana yang ada di bumi Nusantara. Maka tak salah, apabila Sutopo sangat aktif di media sosial membagikan berbagai informasi sekecil dan cepat apapun terkait kebencanaan.

Namun keaktifan Sutopo Purwo Nugroho kini tak lagi bisa dilihat maupun didengar. Pria kelahiran Boyolali, Jawa Tengah itu kini telah menghadap kepada sang Pencipta.

Sutopo Purwo Nugroho dikabarkan meninggal dunia di Guangzhou, China pukul 02.00 WIB waktu setempat atau pukul 01.00 WIB. Ia meninggal dunia saat menjalani pengobatan kanker stadium 4 yang diidapnya beberapa tahun terakhir.

Kepala Pusat Data, Informasi, dan Hubungan Masyarakat Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Sutopo Purwo Nugroho. (Suara.com/Erick Tanjung)
Kepala Pusat Data, Informasi, dan Hubungan Masyarakat Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Sutopo Purwo Nugroho. (Suara.com/Erick Tanjung)

Sutopo lulus Fakultas Geografi Universitas Gadjah Mada (UGM) pada 1993 dan mengawali kariernya pada 1994 dengan bekerja sebagai peneliti di Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi.

Kemudian Ia merampungkan pendidikan MSc dan PhD pada 2008 lalu di Institut Pertanian Bogor di bidang hidrologi. Sutopo mulai menghiasi segala bentuk informasi di BNPB sejak Agustus 2010 lalu hingga sekarang.

Mahasiswa Berprestasi

Dikutip GuideKu.com dari Suara.com, Sutopo Purwo Nugroho yang merupakan anak pertama dari pasangan Suharsono Harsosaputro dan Sri Roosmandari sejak kecil hidup prihatin. Bersama orangtuanya yang berprofesi sebagai guru tinggal di Boyolali dengan mengontrak rumah gedek atau rumah dari bambu.

"Kalau dengar cerita ibu saya atau bapak saya, ya kami dari keluarga miskin. Mengontrak rumah di Boyalali, rumah gedek, bolong-bolong, dimakan rayap, lantainya dari tanah dan belum ada listrik," kenang Sutopo Purwo Nugroho kepada Suara.com saat ditemui di kantornya, beberapa waktu lalu.

Baca Juga: Penumpang Diizinkan Isap Ganja di Bandara ini, Kok Bisa?

Setelah menamatkan SD, SMP dan SMA di Boyolali, ia melanjutkan kuliah di Universitas Gadjah Mada (UGM).

Tak hanya memiliki kerendahan hati, Sutopo Purwo Nugroho adalah sosok yang memiliki intelektual tinggi. Hal itu terbukti ia menjadi lulusan terbaik di fakultasnya sewaktu di UGM.

Tercatat ia telah menulis lebih dari 100 jurnal ilmiah baik nasional maupun internasional serta sejumlah buku.

Meski terbaring sakit Sutopo tetap menjalankan tugasnya memberikan informasi terkait kebencanaan di Indonesia. Tak ayal hal itu memantik rasa simpati dan hari para warganet.

Warganet pun banyak memberikan apresiasi maupun mendoakan agar Sutopo Purwo Nugroho disembuhkan dari sakitnya.

Kini, cuitan informatif dari pak Topo tak bisa lagi dilihat maupun di dengar. Namun dedikasinya menjadi inspirasi besar bagi seluruh warga Indonesia, khususnya soal kebencanaan.

Selamat jalan dan terima kasih pak Sutopo! 

SUARA.com/Bangun Santoso

×
Zoomed
Berita Terkait TERKINI
Di tengah ancaman krisis iklim dan kerusakan alam, banyak orang mulai mempertanyakan bagaimana cara menikmati liburan ta...
travel | 13:18 WIB
Kasus penembakan tersebut menjadi menjadi sorotan terhadap WNA Australia....
travel | 12:13 WIB
Dua orang pendaki tertangkap pada 15 Juni 2025....
travel | 12:50 WIB
Penetapan Dataran Tinggi Dieng sebagai geopark nasional disambut dengan harapan besar, terutama dari para pelaku wisata ...
travel | 11:00 WIB
Aplikasi yang baik akan membantu Anda menghemat waktu dan uang, serta meminimalkan potensi masalah selama proses pemesan...
travel | 10:00 WIB
Diketahui konten itu diunggah oleh akun media sosial TikTok....
travel | 11:15 WIB
Namun Amir meminta Pemda DIY maupun Pemkab Gunungkidul harus memperhatikan jalur-jalur alternatif....
travel | 10:00 WIB
Angela Gilsha mengaku sempat datang ke sana....
travel | 13:22 WIB
Terdapat kenaikan sebesar 8,92 persen dari total kunjungan sebanyak 3.223.229 kunjungan....
travel | 14:27 WIB
Menurutnya peringatan perjalanan dari Australia ini adalah sebuah risiko, namun wisatawan manapun akan aman di Bali jika...
travel | 14:09 WIB