Bukan Tempat Paling Bahagia, Disneyland Dapat Kritik dari Cucu Pendirinya

Cucu pendiri Disneyland tak setuju tempat itu disebut tempat paling bahagia.

Dany Garjito | Amertiya Saraswati
Kamis, 18 Juli 2019 | 13:00 WIB
Disneyland (Pixabay)

Disneyland (Pixabay)

Guideku.com - Selama bertahun-tahun, wahana bermain Disneyland merupakan salah satu destinasi wisata yang dikenal menawarkan kebahagiaan.

Hal ini dikarenakan Disneyland kerap disebut-sebut sebagai "Tempat Paling Bahagia di Bumi" dan diketahui terus berpegang erat pada konsep tersebut.

Meski begitu, baru-baru ini cucu perempuan pendiri Disneyland menyatakan bahwa kenyataan yang dia temui tak lagi sesuai konsep tersebut.

Abigail Disney, cucu dari Roy Disney, menyatakan hal tersebut tepat setelah dia diam-diam menyamar dan pergi ke Disneyland di Anaheim, California.

Saat itu, kedatangan Abigail Disney sendiri dipicu oleh pesan singkat di Facebook yang diterimanya dari salah seorang karyawan Disneyland, seperti dilansir dari USA Today.

Disneyland California. (Pixabay/Janeb13)
Disneyland California. (Pixabay/Janeb13)

Menurut Abigail Disney, karyawan yang dia temui saat berkunjung tersebut mengaku jika dirinya digaji rendah.

"Semua orang yang kutemui berkata, 'Aku tidak tahu bagaimana aku bisa memasang wajah bahagia dan penuh kehangatan ketika aku harus pulang dan mencari makanan di tempat sampah orang lain'," kutip Abigail Disney pada podcast-nya yang berjudul "Through Her Eyes".

Walau Abigail Disney sendiri memang tidak ikut dalam manajemen taman bermain, dirinya mengatakan jika kondisi pekerja saat ini tidak mencerminkan nilai-nilai yang dianut kakeknya.

"Aku sangat marah ketika keluar dari sana karena kakekku mengajari untuk menghormati mereka yang mengambil tiketmu, menuangkan soda untukmu," tambahnya.

Baca Juga: Mantap, Wahana Bertema Marvel Segera Hadir di Disneyland California!

Sebagai tambahan, Abigail Disney juga memberi saran agar Robert Iger, CEO Disney yang sekarang, lebih menghormati setiap pekerja tak peduli apa pun posisi mereka.

Pasangan pura-pura disablititas demi dapat kejutan dari Tokyo Disneyland. (Pixabay)
Disneyland. (Pixabay)

"Dia perlu memahami kalau dia juga karyawan, sama seperti mereka yang menggosok permen karet di trotoar," ujar Abigail. "Mereka semua berhak dihormati dan punya hak asasi yang sama."

"Kau tahu, warisanmu adalah kau dikenal sebagai manajer yang hebat. Dan jika aku ada di posisimu, aku akan menginginkan sesuatu yang lebih. Aku ingin dikenal sebagai seseorang yang memimpin ke arah kondisi yang lebih baik, karena kau punya kekuatan untuk itu," saran Abigail ke Iger.

Sayangnya, CEO Robert Iger diketahui tidak pernah membalas pesan Abigail Disney tersebut.

Sementara, Disneyland mengaku jika mereka sudah memberikan semua manfaat yang mendukung kehidupan pekerja.

Namun, menurut Abigail, masalah yang ada pada sistem pekerja di Disneyland tetap perlu dibenahi.

"Masalahnya ada pada sistem, dan orang-orang dalam sistem yang sudah merasa nyaman adalah masalah itu sendiri," tutupnya.

×
Zoomed
Berita Terkait TERKINI
Di tengah ancaman krisis iklim dan kerusakan alam, banyak orang mulai mempertanyakan bagaimana cara menikmati liburan ta...
travel | 13:18 WIB
Kasus penembakan tersebut menjadi menjadi sorotan terhadap WNA Australia....
travel | 12:13 WIB
Dua orang pendaki tertangkap pada 15 Juni 2025....
travel | 12:50 WIB
Penetapan Dataran Tinggi Dieng sebagai geopark nasional disambut dengan harapan besar, terutama dari para pelaku wisata ...
travel | 11:00 WIB
Aplikasi yang baik akan membantu Anda menghemat waktu dan uang, serta meminimalkan potensi masalah selama proses pemesan...
travel | 10:00 WIB
Diketahui konten itu diunggah oleh akun media sosial TikTok....
travel | 11:15 WIB
Namun Amir meminta Pemda DIY maupun Pemkab Gunungkidul harus memperhatikan jalur-jalur alternatif....
travel | 10:00 WIB
Angela Gilsha mengaku sempat datang ke sana....
travel | 13:22 WIB
Terdapat kenaikan sebesar 8,92 persen dari total kunjungan sebanyak 3.223.229 kunjungan....
travel | 14:27 WIB
Menurutnya peringatan perjalanan dari Australia ini adalah sebuah risiko, namun wisatawan manapun akan aman di Bali jika...
travel | 14:09 WIB