Minggu, 25 Agustus 2019

Duh, Wanita Ini Kena Denda Miliaran usai Coba Buka Pintu Darurat Pesawat

Sepanjang perjalanan, wanita ini membuat kegaduhan di pesawat.

Rauhanda Riyantama | Arendya Nariswari
Ilustrasi penumpang pesawat. (Pexels/Skitterphoto)
Ilustrasi penumpang pesawat. (Pexels/Skitterphoto)

Guideku.com - Beberapa waktu lalu,  aksi seorang penumpang wanita di pesawat membuat banyak orang emosi. 

Pasalnya wanita tersebut bertindak anarkis, melawan penumpang lain dan nekat hendak membuka pintu darurat pesawat di tengah-tengah penerbangan. 

Alhasil, banyak penumpang pesawat panik dan ada pula yang membantu awak kabin untuk menahan aksi mengganggu wanita itu. 

Dilansir Suara.com dari laman Metro, Jumat (19/7/19) seorang wanita bernama Chloe Haines (25) dituduh melakukan perilaku agresif di pesawat Jet2 dengan rute penerbangan menuju Turki.

Wanita ini menendang, meninju penumpang lain di dekatnya yang mencoba menghentikan aksi anarkisnya tersebut.

Seorang pria bahkan harus duduk di tubuh Haines karena wanita tersebut terus memberontak.

Ilustrasi kabin pesawat. (Pixabay/Stock Snap)
Ilustrasi kabin pesawat. (Pixabay/Stock Snap)

 

"Dia terus berteriak lepaskan aku, aku akan membunuh semua orang," ungkap Amy Varol salah seorang saksi mata yang juga berada di pesawat pada waktu itu.

Karena dinilai cukup membahayakan, Jet2 terpaksa melanjutkan perjalanan dengan didampingi dua pesawat tempur berjenis Typhoon.

Akibat ulah anarkisnya itu, Chloe Haines terpaksa dikenai denda oleh pihak maskapai Jet2 sebesar 85 ribu poundsterling atau setara dengan Rp 1,4 miliar.

"Perilaku Nona Haines adalah salah satu kasus paling serius dari perilaku penumpang mengganggu yang kami alami," ungkap Steve Heapy, kepala eksekutif Jet2.

"Dia sekarang harus menghadapi konsekuensi dari tindakannya, dan kita akan dengan penuh semangat mengejar untuk memulihkan biaya yang kita keluarkan sebagai akibat dari peristiwa ini."

"Sebagai maskapai yang ramah keluarga, kami mengambil pendekatan yang sama sekali tidak toleransi terhadap perilaku yang mengganggu," tutup Steve Heapy.

Terkait

Terkini