Kisah Para Kashivasis, Mereka yang Siap Mati dan Dilarung di Sungai Gangga

Mereka yang siap menjemput maut menuju keabadian.

Dany Garjito | Aditya Prasanda
Kamis, 19 September 2019 | 21:00 WIB
(Wikimedia Commons Marcin Bialek)

(Wikimedia Commons Marcin Bialek)

Guideku.com - Nyaris setiap hari, abu jenazah dilarung ke dalam Sungai Gangga di tepi kota suci, Varanasi, India.

Nyaris setiap hari pula, umat Hindu dari berbagai daerah memohon pengampunan pada para dewa dengan membasuh diri mereka menggunakan air di sungai ini.

Bagi umat Hindu, air di Sungai Gangga yang mengaliri kota suci, Varanasi diyakini dapat meluruhkan segala dosa. Bahkan konon, usai berperang, para pandawa memohon ampun lantas membasuh diri mereka di sungai yang membentang sepanjang 2.525 km tersebut.

Sebab kesakralan Sungai Gangga pula, para Kashivasis berkumpul di kota Varanasi.

Kashivasis, kaum yang telah memasrahkan hidup dan jiwanya demi menyongsong kehidupan setelah mati ini bahkan disediakan tempat menginap khusus oleh otoritas setempat.

Selama berada di penginapan, para Kashivasis akan menghabiskan waktunya dengan berdoa, beribadah dan bercengkrama bersama penghuni lainnya.

Para Kashivasis juga tidak diperbolehkan melakukan aktivitas maupun mengonsumsi makanan yang dianggap tidak murni dan terlarang dalam ajaran Hindu, macam bawang, telur, dan daging.

Mereka juga tidak diperbolehkan berjudi dan melakukan aktivitas seksual.

(Wikimedia Commons Angus Mclellan)
(Wikimedia Commons Angus Mclellan)

 

Mayoritas Kashivasis yang menyambangi Varanasi merupakan mereka yang berusia sepuh, di atas 60 tahun.

Di kota suci ini, mereka akan menginap di pondokan dengan harga sewa dan waktu menginap yang bervariasi. Ada yang hanya 15 hari, ada pula yang memiliki durasi hingga para Kashivasis menghembuskan nafas terakhir dan siap dikremasi.

Para pengelola pondokan pun cenderung memilih Kashivasis yang memiliki keluarga maupun wali yang menjaga mereka hingga maut menjemput. Sebab para pengelola pondokan tidak menyediakan akomodasi selain tempat menginap bagi para Kashivasis.

Saat kremasi pun, para Kashivasis akan diserahkan pada keluarganya masing-masing.

Seluruh jenazah yang siap dikremasi akan dibakar di Manikarnika dan Harishchandra ghat, di tepi Sungai Gangga.

Saat daging tubuh jenazah yang dikremasi meleleh hingga terbakar menjadi abu lantas dilarung dalam Sungai Gangga, para imam dan keluarga akan terus menggumankan doa agar jiwa-jiwa mereka dibebaskan dari segala derita.

×
Zoomed
Berita Terkait TERKINI
Di tengah ancaman krisis iklim dan kerusakan alam, banyak orang mulai mempertanyakan bagaimana cara menikmati liburan ta...
travel | 13:18 WIB
Kasus penembakan tersebut menjadi menjadi sorotan terhadap WNA Australia....
travel | 12:13 WIB
Dua orang pendaki tertangkap pada 15 Juni 2025....
travel | 12:50 WIB
Penetapan Dataran Tinggi Dieng sebagai geopark nasional disambut dengan harapan besar, terutama dari para pelaku wisata ...
travel | 11:00 WIB
Aplikasi yang baik akan membantu Anda menghemat waktu dan uang, serta meminimalkan potensi masalah selama proses pemesan...
travel | 10:00 WIB
Diketahui konten itu diunggah oleh akun media sosial TikTok....
travel | 11:15 WIB
Namun Amir meminta Pemda DIY maupun Pemkab Gunungkidul harus memperhatikan jalur-jalur alternatif....
travel | 10:00 WIB
Angela Gilsha mengaku sempat datang ke sana....
travel | 13:22 WIB
Terdapat kenaikan sebesar 8,92 persen dari total kunjungan sebanyak 3.223.229 kunjungan....
travel | 14:27 WIB
Menurutnya peringatan perjalanan dari Australia ini adalah sebuah risiko, namun wisatawan manapun akan aman di Bali jika...
travel | 14:09 WIB