Berenang di Danau, Penis Pria Ini Dimasukki Cacing sampai Nyaris Tewas

Ia terinfeksi cacing parasit saat wisata dan berenang di danau air tawar.

Dany Garjito
Senin, 18 November 2019 | 13:00 WIB
Ilustrasi berenang. (Pixabay)

Ilustrasi berenang. (Pixabay)

Guideku.com - James Michael (32), seorang pria asal Inggris nyaris meregang nyawa akibat penisnya terinfeksi parasit setelah berenang di Danau Malawi di Afrika Tenggara.

Saat itu James hendak belibur dengan teman-temannya. Mereka pun melakukan perjalanan dari Zambia ke Zimbabwe sebelum mengunjungi Danau Malawi.

Mereka pun tak ingin menyia-nyiakan kesempatan berenang dan berkano setiap hari di Danau Malawi, sebelum kembali pulang ke Inggris.

Setahun setelahnya, James mulai merasakan kedua kakinya mati rasa. Tetapi, ia mengira hanya karena kelelahan bersepeda.

Sampai akhirnya James pergi ke dokter karena merasa naik turun tangga saja sudah melelahkan. Dokter pun hanya memberinya antibiotik dan mengizinkan James pulang.

Seminggu kemudian, James mulai merasa kondisinya semakin buruk sehingga memutuskan pergi ke Rumah Sakit Westminster. Ia pun menjelaskan kondisinya yang semakin tak karuan.

"Saya pergi ke departemen neurologi dan melakukan tes darah untuk mengetahui penyebabnya. Mereka menemukan bahwa sistem kekebalan tubuh saya menyerang bagian tulang belakang sehingga membuat kaki mati rasa," ujarnya dikutip dari The Sun.

James lantas hanya diberikan steroid untuk mengatasi keluhannya, tetapi dokter juga belum mengetahui persis penyebabnya.

Seorang dokter dari Rumah Sakit untuk penyakit tropis lantas memberi tahu James bahwa cacing parasit telah merangkak dari penisnya dan bertelur di dalam tubuhnya.

Baca Juga: Pramugara Lion Air Suapi Penumpang Lanjut Usia, Aksinya Tuai Pujian

Akhirnya, dokter mendiagnosis James menderita schistosomiasis, yakni infeksi yang disebabkan oleh cacing parasit dari air tawar di daerah tropis, paling umum ditemukan di Afrika.

Menurut dokter, cacing itu telah bergerak melalui darah ke hati dan usus kemudian bertelur. Beberapa telur kemudian diserang oleh sistem kekebalan tubuhnya.

"Itu infeksi yang mematikan jika tidak ditangani dengan benar. Saya hanya memiliki 30 persen kemungkinan mampu bertahan hidup. Saya diberi tahu akan pulih sepenuhnya setelah 10 tahun. Kondisi ini sangat mengerikan dan aku merasa tidak berdaya," ujarnya.

Akibat penyakit tersebut, James menghabiskan waktu 3 bulan di rumah sakit. Setelah keluar, ia juga beraktivitas menggunakan kursi roda atau kruk.

Perlu diketahui orang yang menderita schistosomiasis seperti James biasanya mengalami gejala suhu tinggi, diare, nyeri otot, sakit perut dan ruam gatal.

Beberapa orang dengan penyakit ini bisa mengembangkan masalah yang lebih serius pada bagian-bagian tubuh yang telah dilalui telur. Tanpa pengobatan, organ yang terinfeksi bisa mengalami kerusakan permanen.

SUARA.com/Shevinna Putti Anggraeni

×
Zoomed
Berita Terkait TERKINI
Di tengah ancaman krisis iklim dan kerusakan alam, banyak orang mulai mempertanyakan bagaimana cara menikmati liburan ta...
travel | 13:18 WIB
Kasus penembakan tersebut menjadi menjadi sorotan terhadap WNA Australia....
travel | 12:13 WIB
Dua orang pendaki tertangkap pada 15 Juni 2025....
travel | 12:50 WIB
Penetapan Dataran Tinggi Dieng sebagai geopark nasional disambut dengan harapan besar, terutama dari para pelaku wisata ...
travel | 11:00 WIB
Aplikasi yang baik akan membantu Anda menghemat waktu dan uang, serta meminimalkan potensi masalah selama proses pemesan...
travel | 10:00 WIB
Diketahui konten itu diunggah oleh akun media sosial TikTok....
travel | 11:15 WIB
Namun Amir meminta Pemda DIY maupun Pemkab Gunungkidul harus memperhatikan jalur-jalur alternatif....
travel | 10:00 WIB
Angela Gilsha mengaku sempat datang ke sana....
travel | 13:22 WIB
Terdapat kenaikan sebesar 8,92 persen dari total kunjungan sebanyak 3.223.229 kunjungan....
travel | 14:27 WIB
Menurutnya peringatan perjalanan dari Australia ini adalah sebuah risiko, namun wisatawan manapun akan aman di Bali jika...
travel | 14:09 WIB