Ini Alasan Kenapa Sabuk Pengaman Pesawat Harus Tetap Dipakai di Udara

Meski sudah mengudara, penumpang senantiasa diimbau untuk tidak melepas sabuk pengaman.

Dany Garjito | Amertiya Saraswati
Selasa, 03 Desember 2019 | 21:00 WIB
Ilustrasi penumpang di pesawat. (Pixabay/StelaDi)

Ilustrasi penumpang di pesawat. (Pixabay/StelaDi)

Guideku.com - Salah satu aturan yang harus dipatuhi penumpang pesawat ketika hendak terbang adalah memakai sabuk pengaman.

Tak cuma saat lepas landas dan mendarat, awak kabin biasanya akan mengimbau penumpang untuk tetap memasang sabuk pengaman di sepanjang perjalanan.

Tentu saja, penumpang diperbolehkan untuk melepas sabuk pengaman jikalau ingin pergi ke kamar mandi atau sekadar melakukan peregangan dalam penerbangan panjang.

Meski begitu, ternyata masih banyak penumpang yang lantas lupa memasang sabuk pengaman saat kembali ke kursi mereka.

Selain itu, banyak pula pendapat yang beredar bahwa sabuk pengaman tidak akan membantu dalam menyelamatkan penumpang di kala kecelakaan.

Lantas, apa sebenarnya alasan sabuk pengaman pesawat harus tetap dipakai kala penerbangan?

Ilustrasi Sabuk Pengaman Pesawat (Pixabay/Gadini)
Ilustrasi Sabuk Pengaman Pesawat (Pixabay/Gadini)

Melansir dari laman Travel and Leisure, memang benar bahwa sabuk pengaman pesawat tidak efektif di kecelakaan skala besar.

Meski begitu, sabuk pengaman dapat membantu penumpang untuk menghindari luka karena tabrakan kecil saat masih berada di jalur lepas landas.

Selain itu, alasan utama untuk tetap memakai sabuk pengaman adalah turbulensi.

Baca Juga: Gara-gara Ulah Penumpang Mabuk, Pesawat Ini Terpaksa Putar Balik ke Bandara

Karena turbulensi merupakan hal yang kerap terjadi, pemakaian sabuk pengaman pun menjadi penting.

"Alasan Anda harus memakai sabuk pengaman, termasuk untuk awak kabin, adalah karena Anda tidak akan mau terbentur pesawat," jelas Heather Poole, penulis Cruising Attitude: Tales of Crashpads, Crew Drama dan Crazy Passengers pada laman Telegraph.

"Turbulensi terjadi dengan keras dan cepat, dan itulah alasan penumpang terluka karena terantuk badan pesawat di kepala."

Ilustrasi penumpang pesawat. (Unsplash)
Ilustrasi penumpang pesawat. (Unsplash)

Dikatakan pula, turbulensi yang parah dapat membuat penumpang terluka di kepala hingga lengan. Dalam situasi parah, orang-orang bahkan bisa terlempar hingga ke atap.

Di sisi lain, pilot memang bisa menggunakan peta meteorologi untuk memprediksi turbulensi, badai, dan angin kencang. Prediksi ini lantas digunakan pilot untuk menentukan kapan lampu tanda sabuk pengaman harus dihidupkan.

Meski begitu, prediksi pilot tak selalu akurat. Ada kalanya turbulensi terjadi mendadak, sehingga penumpang pun disarankan untuk selalu memakai sabuk pengaman.

"Kau tidak akan tahu apa yang akan terjadi, dan itu bisa terjadi bahkan saat lampu tanda sabuk pengaman dimatikan. Turbulensi bukan candaan. Orang-orang bisa terluka," tandas Poole.

×
Zoomed
Berita Terkait TERKINI
Di tengah ancaman krisis iklim dan kerusakan alam, banyak orang mulai mempertanyakan bagaimana cara menikmati liburan ta...
travel | 13:18 WIB
Kasus penembakan tersebut menjadi menjadi sorotan terhadap WNA Australia....
travel | 12:13 WIB
Dua orang pendaki tertangkap pada 15 Juni 2025....
travel | 12:50 WIB
Penetapan Dataran Tinggi Dieng sebagai geopark nasional disambut dengan harapan besar, terutama dari para pelaku wisata ...
travel | 11:00 WIB
Aplikasi yang baik akan membantu Anda menghemat waktu dan uang, serta meminimalkan potensi masalah selama proses pemesan...
travel | 10:00 WIB
Diketahui konten itu diunggah oleh akun media sosial TikTok....
travel | 11:15 WIB
Namun Amir meminta Pemda DIY maupun Pemkab Gunungkidul harus memperhatikan jalur-jalur alternatif....
travel | 10:00 WIB
Angela Gilsha mengaku sempat datang ke sana....
travel | 13:22 WIB
Terdapat kenaikan sebesar 8,92 persen dari total kunjungan sebanyak 3.223.229 kunjungan....
travel | 14:27 WIB
Menurutnya peringatan perjalanan dari Australia ini adalah sebuah risiko, namun wisatawan manapun akan aman di Bali jika...
travel | 14:09 WIB