Cuma Dari Kulit Apel, Tas Rp 3 Juta Ini Jadi Hadiah Ultah Kate Middleton

Tas vegan tersebut diketahui merupakan hadiah dari organisasi pembela binatang PETA.

Dany Garjito | Amertiya Saraswati
Sabtu, 11 Januari 2020 | 15:00 WIB
Kate Middleton. (Instagram/@theroyalfamily)

Kate Middleton. (Instagram/@theroyalfamily)

Guideku.com - Duchess of Cambridge, Kate Middleton, diketahui merayakan ulang tahunnya yang 38 pada hari Kamis (9/1/2020) kemarin.

Selain merayakan ulang tahunnya di Istana Kensington, Kate Middleton rupanya juga mendapat hadiah tas yang cukup unik dan spesial.

Melansir dari laman Dailymail, Kate Middleton mendapat hadiah tas vegan yang dibuat dari kulit sayuran. Tas itu ternyata merupakan hadiah dari PETA atau People for the Ethical Treatment of Animals.

Organisasi PETA sendiri mengunggah gambar tas yang menjadi hadiah tersebut. Disebutkan, tas jenis "Brigitte Oxymore" itu merupakan hasil buatan rumah produksi Ashoka.

"Selamat ulang tahun kepada Duchess of Cambridge! Untuk merayakannya, PETA mengirimkan tas yang terbuat dari kulit apel."

Tas kulit apel hadiah Kate Middleton (twitter.com/PETAUK)
Tas kulit apel hadiah Kate Middleton (twitter.com/PETAUK)

Ya, tas buatan Ashoka yang memiliki warna hitam tersebut ternyata dibuat dari kulit apel. Harganya sekitar 204 poundsterling atau 3,6 juta rupiah.

Baca Juga: Potterhead Siap-Siap, Toko Serba Harry Potter Terbesar di Dunia Akan Dibuka

Ashoka sendiri memang merupakan rumah mode ramah lingkungan yang berpusat di Perancis. Semua tas dan aksesoris produksi mereka adalah 100% vegan dan sudah mendapat persetujuan PETA.

Lewat hadiah ini, PETA menyebutkan jika mereka ingin Kate Middleton terdorong untuk menggunakan barang-barang fashion ramah lingkungan lainnya.

Selain itu, PETA juga berharap agar sang Duchess of Cambridge dapat menginspirasi penggemarnya untuk melakukan hal serupa.

"Tas ini terbuat dari kulit apel yang merupakan material ramah lingkungan dan 100% vegan. Kain inovatif ini, yang dibuat dengan cara mendaur ulang sisa makanan yang memiliki dampak lingkungan lebih rendah," jelas PETA.

×
Zoomed
Berita Terkait TERKINI
Di tengah ancaman krisis iklim dan kerusakan alam, banyak orang mulai mempertanyakan bagaimana cara menikmati liburan ta...
travel | 13:18 WIB
Kasus penembakan tersebut menjadi menjadi sorotan terhadap WNA Australia....
travel | 12:13 WIB
Dua orang pendaki tertangkap pada 15 Juni 2025....
travel | 12:50 WIB
Penetapan Dataran Tinggi Dieng sebagai geopark nasional disambut dengan harapan besar, terutama dari para pelaku wisata ...
travel | 11:00 WIB
Aplikasi yang baik akan membantu Anda menghemat waktu dan uang, serta meminimalkan potensi masalah selama proses pemesan...
travel | 10:00 WIB
Diketahui konten itu diunggah oleh akun media sosial TikTok....
travel | 11:15 WIB
Namun Amir meminta Pemda DIY maupun Pemkab Gunungkidul harus memperhatikan jalur-jalur alternatif....
travel | 10:00 WIB
Angela Gilsha mengaku sempat datang ke sana....
travel | 13:22 WIB
Terdapat kenaikan sebesar 8,92 persen dari total kunjungan sebanyak 3.223.229 kunjungan....
travel | 14:27 WIB
Menurutnya peringatan perjalanan dari Australia ini adalah sebuah risiko, namun wisatawan manapun akan aman di Bali jika...
travel | 14:09 WIB