Sabtu, 31 Juli 2021

Enak Tapi Bikin Dompet Jebol! Ini 5 'Dosa' saat Liburan di Bali

Jangan dilakukan, kecuali kamu Hotman Paris!

Dany Garjito
cloud_download Baca offline
Menginap di Villa. (GuideKu.com/Iqbal Asaputro)
Menginap di Villa. (GuideKu.com/Iqbal Asaputro)

Guideku.com - Kesalahan saat liburan di Bali bisa fatal akibatnya.

Nah, biar kamu nggak menerima kesialan finansial saat liburan di Bali, tak ada salahnya kamu simak daftar dosa atau kesalahan saat liburan di Bali ini.

Beberapa memang enak dan menyenangkan, namun kalau dompet kamu nggak setebal Hotman Paris, mending jangan deh!

Dilansir dari Moneysmart.id--jaringan Suara.com, berikut lima kesalahan saat liburan di Bali yang bisa bikin dompet kamu jebol!

1. Liburan saat high season

Ilustrasi liburan. (Unsplash/Jake Young)
Ilustrasi liburan. (Unsplash/Jake Young)

Liburan ke Bali saat high season memang sangat gak direkomendasikan. High season yang dimaksud itu adalah saat liburan sekolah, liburan hari raya, atau tahun baru.

Tiket pesawat ke sana untuk satu orang bisa mencapai Rp 2 jutaan lho untuk maskapai yang murah. Belum lagi, harga-harga penginapan juga ikut meroket.

Tepat menjelang tahun baru 2020, nyaris seluruh penginapan di wilayah Seminyak dan Legian penuh. Di samping itu, para ojek dan taksi online juga mematikan aplikasinya dan memilih untuk cari penumpang langsung di jalanan.

Harga yang mereka tawarkan ke pengunjung juga sangat tinggi. Bayangkan saja, tarif ojek dari Legian ke Kuta tanggal 31 Desember 2019 bisa mencapai Rp 100 ribu lho! Alasan mereka mengenakan tarif tinggi adalah karena jalanan memang sudah mulai ditutup.

2. Nggak sewa kendaraan

Ilustrasi mobil mini. (Unsplash/Clem Onojeghuo)
Ilustrasi mobil mini. (Unsplash/Clem Onojeghuo)

Mengandalkan transportasi umum atau online di Bali memang kelihatannya enak, tinggal naik.

Tapi perlu dicatat hal tersebut bukanlah hal yang bijak.

Alangkah lebih baik jika kamu menyewa mobil dengan sistem lepas kunci saja jika kamu datang ke Bali rame-rame.

Jika cuma sama pasangan, maka sewa motor saja deh. Bali itu macetnya juga parah.

Mengapa gak direkomendasikan menggunakan transportasi umum atau online? Beberapa wilayah di Bali memang gak membolehkan taksi atau ojek online beroperasi, hal itu disebabkan karena aturan dari desa adat setempat. Sementara itu jika menggunakan taksi lokal, biayanya bisa luar biasa mahal.

Jika memang kamu gak bisa mengemudi, jalan satu-satunya adalah menyewa jasa tour guide beserta transportasi. Umumnya, kamu akan dikenakan tarif Rp 500 ribu untuk 10 jam.

3. Menginap di hotel

Ilustrasi hotel khusus wanita. (Unsplash/Sam Manns)
Ilustrasi hotel khusus wanita. (Unsplash/Sam Manns)

Menginap di hotel saat liburan di Bali tentu mengasyikkan. Tapi kalau kamu mau lebih berhemat kami sarankan memanfaatkan aplikasi seperti Airbnb.

Mengapa demikian? Karena tarif menginap di homestay tentu lebih terjangkau ketimbang hotel.

Salah satu poin plus hotel adalah lokasinya yang cenderung strategis dan mereka juga menyediakan sarapan.

Namun jika kamu solo traveling atau cuma berdua, homestay tampaknya lebih pas. Banyak lho homestay di Bali yang tarif sewanya murah dan sudah ada private poolnya.

4. Beach club hopping tiap malam

Ilustrasi bartender. (Unsplash/Helena Yankovska)
Ilustrasi bartender. (Unsplash/Helena Yankovska)

Beach club Bali emang sangat Instagramable. Sebut saja Ulucliff, Azul, Potato Head, Cafe Del Mar, Sundays, La Brisa, Omnia, dan masih banyak lagi.

Kalau setiap hari yang kamu lakukan adalah beach club hopping demi kepentingan postingan Instagram, maka yang ada dompetmu bisa berteriak.

Walau setiap beach club gak memberlakukan minimum order sebagai syarat masuk, tetap saja harga makanan dan minuman di sana di atas rata-rata. Kalau mau hemat, beli saja paket bir untuk lima botol.

Tapi kalau kamu nongkrong berdua saja, maka gak baik juga menenggak minuman beralkohol dalam jumlah yang banyak. Setuju?

5. Kalap wisata kuliner

Ilustrasi makan. (Pexels/nappy)
Ilustrasi makan. (Pexels/nappy)

Wisata kuliner di Bali? Kenapa tidak, di sana juga surga kuliner lho. Meskipun banyak sekali makanan yang gak halal.

Pizza di Bali itu cita rasanya memang mirip pizza di Milan, Italia, dan beberapa resto pancake di sana juga rasanya 11:12 atau bisa lebih enak dari Pancious. Mau kuliner apa lagi? Burger? Smoothies? Di sini ada semua.

Jika ingin wisata kuliner, jangan setiap hari. Untuk makan sehari-hari, makan saja di warung nasi campur atau restoran padang setempat.

Mau lebih irit lagi? Beli roti atau oatmeal plus sereal dan makan di penginapan untuk pagi dan malam hari.

Itulah lima dosa tapi enak saat liburan di Bali, kalau mau liburan hemat di Bali, kamu bisa menghindari lima dosa atau kesalahan tersebut ya, genks!

Terkait

Terkini