Curhat Pelayanan Buruk di Pesawat, Penumpang Ini Balik Disindir Pramugari

Tak terima dipermalukan, pramugari ini pun membagikan insiden yang terjadi dari sudut pandangnya.

Galih Priatmojo | Amertiya Saraswati
Jum'at, 31 Januari 2020 | 16:00 WIB
Ilustrasi pramugari. (Pixabay)

Ilustrasi pramugari. (Pixabay)

Guideku.com - Seorang penumpang pesawat maskapai Singapore Airlines belum lama ini membagikan curhatannya mengenai pelayanan yang ia terima. Pasalnya, penumpang ini merasa diperlakukan tidak sopan.

Dilansir dari laman Asia One, penumpang pesawat yang bersangkutan awalnya mengunggah komplain itu lewat akun Facebook pada Rabu, 29 Januari 2020 lalu.

Di sana, wanita ini menulis bahwa salah satu pramugari yang bernama Ong Weiyu tidak memanggil para penumpang pesawat dengan sapaan Tuan atau Nyonya. Dirinya juga mengklaim jika Ong Weiyu mengatakan bahwa penerbangan mereka tak menyediakan bantal.

Sebagai tambahan, penumpang ini tidak puas karena para pramugari tidak mengucapkan "Selamat Natal". Padahal, mereka bepergian pada hari Natal.

"Kesopanan mendasar adalah hal yang wajib untuk industri jasa, seperti senyum dan sapaan. Dia tidak tersenyum sepanjang penerbangan, dan dia sama sekali tidak merasa bersalah," tulisnya lewat Facebook, meski kini unggahannya sudah dihapus.

"Apakah SIA menurunkan standar pelayanan mereka?"

(Singapore Airlines Official)
(Singapore Airlines Official)

Keluhan penumpang ini pun mendapat banyak perhatian. Salah satunya dari Ong Weiyu sendiri, yang merasa tidak terima dan lantas membagikan kisah tersebut dari sudut pandangnya.

Pertama, Ong Weiyu menyebutkan jika pramugari wajib memanggil penumpang dengan Tuan atau Nyonya.

Namun, penumpang yang mengajukan keluhan tersebut malah berkata, "Miss Ong, kau sangat tidak sopan. Kau seharusnya tidak memanggil kami dengan sebutan Tuan atau Nyonya."

Baca Juga: Dianggap Terlalu Besar, Wanita Ini Dilarang Duduk di Kelas Bisnis Pesawat

Sebagai tambahan, wanita tadi bersama keluarganya adalah penumpang yang ditambahkan di menit terakhir. Mereka juga menandatangani perjanjian yang menyatakan bahwa mereka tidak akan menuntut jika tidak mendapat makanan.

Tapi, karena penumpang ini membawa anak, Ong Weiyu pun memutuskan untuk tetap memberi mereka makanan dalam pesawat.

"Dia yang lebih dulu bersikap merajuk di pesawat," tulis Ong Weiyu untuk membela diri.

"Aku tahu aku adalah penyedia jasa, tapi bukan berarti kami harus meminta maaf untuk semua hal yang kami lakukan," imbuhnya.

Seperti keluhan penumpang tersebut, unggahan Ong Weiyu pun lantas dihapus setelah menjadi viral. Meski begitu, warganet sudah sempat meninggalkan komentar.

Beberapa warganet menyebutkan jika penumpang tersebut sepertinya adalah tipe orang yang sombong, sementara komentar lainnya bertanya-tanya apakah pramugari Singapore Airlines diperbolehkan menunjukkan rasa frustrasi mereka di media sosial.

Hingga kini, pihak Singapore Airlines sendiri masih berusaha untuk mencari tahu soal kasus tersebut dan berbicara pada penumpang yang bersangkutan.

×
Zoomed
Berita Terkait TERKINI
Di tengah ancaman krisis iklim dan kerusakan alam, banyak orang mulai mempertanyakan bagaimana cara menikmati liburan ta...
travel | 13:18 WIB
Kasus penembakan tersebut menjadi menjadi sorotan terhadap WNA Australia....
travel | 12:13 WIB
Dua orang pendaki tertangkap pada 15 Juni 2025....
travel | 12:50 WIB
Penetapan Dataran Tinggi Dieng sebagai geopark nasional disambut dengan harapan besar, terutama dari para pelaku wisata ...
travel | 11:00 WIB
Aplikasi yang baik akan membantu Anda menghemat waktu dan uang, serta meminimalkan potensi masalah selama proses pemesan...
travel | 10:00 WIB
Diketahui konten itu diunggah oleh akun media sosial TikTok....
travel | 11:15 WIB
Namun Amir meminta Pemda DIY maupun Pemkab Gunungkidul harus memperhatikan jalur-jalur alternatif....
travel | 10:00 WIB
Angela Gilsha mengaku sempat datang ke sana....
travel | 13:22 WIB
Terdapat kenaikan sebesar 8,92 persen dari total kunjungan sebanyak 3.223.229 kunjungan....
travel | 14:27 WIB
Menurutnya peringatan perjalanan dari Australia ini adalah sebuah risiko, namun wisatawan manapun akan aman di Bali jika...
travel | 14:09 WIB