Senin, 06 Juli 2020

Mencoba Ramalan Kuno dari China di Rumah Tan Jin Sing PBTY XV 2020

Tak hanya bisa diramal, kalian bisa melihat batik motif peranakan hingga berfoto-foto di rumah Tan Jin Sing.

Rima Sekarani Imamun Nissa | Arendya Nariswari
cloud_download Baca offline
Rumah Tan Jin Sing di kampung pecinan Ketandan. (Guideku/Arendya)
Rumah Tan Jin Sing di kampung pecinan Ketandan. (Guideku/Arendya)

Guideku.com - Jam menunjukkan pukul 19.00 WIB. Kami kembali melangkah menyusuri area Pekan Budaya Tionghoa Yogyakarta (PBTY) XV 2020 yang bertempat di kampung pecinan Ketandan, Selasa (4/2/2020) kemarin.

Semerbak aroma wangi dari kuliner yang ditawarkan begitu menggugah selera kami ketika memacu langkah perlahan-lahan.

Namun, langkah kami terhenti ketika tiba di depan sebuah bangunan putih megah dengan aksen kusen berwarna hijau muda cerah. Tertulis jelas di atas bangunan, bahwa tempat tersebut merupakan rumah Tan Jin Sing.

Rumah Tan Jin Sing di kampung pecinan Ketandan. (Guideku/Arendya)
Rumah Tan Jin Sing di kampung pecinan Ketandan. (Guideku/Arendya)

 

Berusia kurang lebih 230 tahun, dahulu rumah Tan Jin Sing bukanlah tempat tinggal melainkan sebuah kantor dagang

Dalam kesempatan kali ini, pengunjung PBTY XV 2020 dapat melihat langsung kemegahan dari rumah Tan Jin Sing.

Di dalamnya terdapat kursi, meja, pernak pernik tempo dulu hingga batik motif peranakan yang begitu memikat.

Tak ketinggalan, di dalam rumah Tan Jin Sing ini pengunjung bisa mengajukan pertanyaan seputar peruntungan kepada dewa hingga melakukan ramalam I Ching.

I Ching sendiri diketahui merupakan teknik ramalan kuno dari China yang usianya sudah lebih dari 5000 tahun lamanya. Bagi pengunjung yang ingin mencoba diramal, kalian bisa memilih beberapa tempat dan didampingi seorang suhu ketika hendak diramal.

Rumah Tan Jin Sing di kampung pecinan Ketandan. (Guideku/Arendya)
Rumah Tan Jin Sing di kampung pecinan Ketandan. (Guideku/Arendya)

 

Nantinya usai diramal, kalian bisa berkonsultasi dan mendapatkan hasil yang tertulis di atas secarik kertas. Untuk mengetahui peruntungan dari ramalan ini, kalian akan dikenakan biaya donasi seikhlasnya.

Setelah puas mencoba ramalan kuno dari China ini, kalian juga bisa berfoto-foto dengan latar belakang ruangan bergaya klasik di rumah Tan Jin Sing ini.

Pekan Budaya Tionghoa Yogyakarta XV 2020. (Guideku.com/Arendya)
Pekan Budaya Tionghoa Yogyakarta XV 2020. (Guideku.com/Arendya)

 

Karena sedikit banyak koleksi keramik yang mudah pecah, kalian wajib berhati-hati dan memperhatikan area sekeliling sebelum berpose, ya.

PBTY XV 2020 ini masih akan berlangsung hingga Sabtu (8/2/2020) mendatang di kampung pecinan Ketandan.

Jadi, tunggu apa lagi travelers? Yuk, ajak sahabat dan keluarga kalian untuk berkunjung ke PBTY XV 2020 di kampung pecinan Ketandan ini!

Terkait

Terkini