Kamis, 09 April 2020

Virus Corona Bikin Sepi Wisatawan, Bali Mendadak Dijuluki Kota Hantu

Media asing menyebut Bali bagaikan Kota Hantu.

Rima Sekarani Imamun Nissa
cloud_download Baca offline
Wisata Tanah Lot di Bali. (Unsplash/Harry Kessell)
Wisata Tanah Lot di Bali. (Unsplash/Harry Kessell)

Guideku.com - Larangan terbang yang diberlakukan pemerintah Indonesia dari dan ke China menyusul merebaknya wabah Virus Corona menampar sektor pariwisata. Salah satu wilayah yang sangat terdampak adalah Bali.

Bahkan media asal Inggris, Daily Mail, menjuluki Bali sebagai "Kota Hantu" dalam headline di salah satu artikel milik mereka. Hal ini untuk menggambarkan betapa terimbasnya pariwisata di Pulau Dewata tersebut.

Daily Mail menyebut Bali berubah dari kiblatnya para turis hingga menjadi kota hantu. Menurut Daily Mail, hal tersebut gara-gara dilarang penerbangan dari dan ke China.

"Bali berubah dari Makkahnya para turis menjadi kota hantu setelah turis China dilarang karena menyebarnya Virus Corona," demikian bunyi headline Daily Mail seperti dikutip Suara.com, Sabtu (8/2/2020).

Media itu menyebut Indonesia melarang penerbangan dari dan ke China pada Rabu (5/2/2020) kemarin. Buntutnya, sekitar 5.000 turis China terjebak di pulau tersebut.

Daily Mail memajang foto Bandara I Ngurah Rai, Denpasar, yang terlihat sepi. Daily Mail juga menyebut jalanan yang biasanya ramai oleh turis China, sekarang sepi.

Ilustrasi Pesawat. (pixabay.com/Hiljon)
Ilustrasi Pesawat. (pixabay.com/Hiljon)

Daily Mail juga menyebut bisnis-bisnis di Bali berupaya menyintas dengan memotong jumlah karyawan. Pun disebutkan pusat-pusat perbelanjaan yang dibiarkan kosong di sana.

"Bali sangat terpukul oleh Virus Corona karena jalan-jalan yang dulunya ramai dipenuhi turis Tiongkok sekarang sepi menyusul larangan penerbangan," tulis Daily Mail.

Daily Mail bahkan mengutip status seorang warganet yang diduga dari Australia. Dia mengaku khawatir Bali banyak kehilangan banyak bisnis lokal jika larangan untuk turis China tidak dicabut.

"Virus Corona sudah memukul keras ekonomi di Bali. Kami menetap di Anvaya tercinta di Kuta. Okupansinya kini hanya 50 persen dan staff telah diistirahatkan," tulis warganet melalui Facebook seperti dikutip Daily Mail.

Bahkan, tulis Daily Mail, sejumlah warga lokal khawatir imbas finansial ini akan menghancurkan ekonomi seperti yang terjadi pada tragedi Bom Bali pada 2002.

"Salah satu teman kami di Bali mempekerjakan 20 pengemudi yang mengantarkan turis China dalam tur mereka dan mereka tidak punya pekerjaan," ujar seorang turis Australia seperti dikutip Daily Mail.

"Penduduk setempat punya kenangan segar tentang bagaimana rasanya ketika wisatawan berhenti datang setelah pemboman," lanjutnya.

Wisata Tanah Lot di Bali. (Unsplash/Made Caesario)
Wisata Tanah Lot di Bali. (Unsplash/Made Caesario)

Larangan sementara

Menteri Luar Negeri RI Retno Marsudi menyatakan penerbangan dari Indonesia menuju China serta sebaliknya diberlakukan penundaan sementara.

Penundaan penerbangan itu disampaikan Retno usai melakukan rapat terbatas dengan Presiden Joko Widodo di Lanud Halim Perdanakusuma. Penundaan penerbangan juga merupakan tindak lanjut pemerintah Indonesia dalam mencegah masuknya virus Corona yang berasal dari Kota Wuhan di Provinsi Hubei, China.

"Penerbangan langsung dari dan ke mainland RRT (Republik Rakyat Tiongkok) ditunda untuk sementara mulai hari Rabu pukul 00.00," ujar Retno, Minggu (2/2/2020) pekan lalu.

Sebelumnya terkait virus Corona, pemerintah Indonesia melarang seluruh pendatang asal China daratan untuk memasuki Indonesia. Retno mengatakan pelarangan tersebut bersifat sementara.

"Semua pendatang yang tiba dari mainland China dan sudah berada di sana selama 14 hari untuk sementara tidak diizinkan untuk masuk dan melakukan transit di Indonesia," kata Retno.

Selain memberlakukan larangan masuk, pemerintah Indonesia juga menghentikan sementara bebas visa di negara China.

"Kebijakan pemberian fasilitas bebas visa kunjungan dan visa on arrival untuk warga negara RRT yang bertempat tinggal di mainland China untuk sementara dihentikan," ungkap Retno. (*Rendy Adrikni Sadikin)

Terkait

Terkini