Gegara Pukpuk Polisi Bandara, Pria Ini Harus Menginap di Penjara

Tony Camicco dikurung di penjara Hurghada dengan tuduhan pelecehan seksual

Rendy Adrikni Sadikin | Fitri Asta Pramesti
Sabtu, 15 Februari 2020 | 10:15 WIB
Ilustrasi Bandara. (pixabay.com/Skitterphoto)

Ilustrasi Bandara. (pixabay.com/Skitterphoto)

Guideku.com - Pria asal Surrey harus merasakan dinginnya dinding penjara setelah menepuk punggung seorang petugas keamanan bandara

Melansir dari laman Daily Mail, Sabtu (14/2/2020), pria bernama Tony Camoccio harus ditangkap oleh keamanan dan dijebloskan ke penjara yang berkualitas buruk.

Dikatakan kawan Tony, peristiwa bermula ketika Tony, istrinya, dan 18 temannya pergi ke Afrika Utara.

Saat berada di bandara dan hendak bertolak ke sebuah resor pantai Laut Merah, Tony menepuk bagian belakang seorang penjaga keamanan bandara.

Maksud Tony, tepukan yang dilayangkan ke punggung di penjaga adalah gestur sapaan. Namun, si penjaga ternyata mengartikan tepukan Tony dengan pelecahan seksual.

Ilustrasi Petugas Keamanan. (pixabay.com/cocoparisienne)
Ilustrasi Petugas Keamanan. (pixabay.com/cocoparisienne)

Atas apa yang dilakukan kepada si penjaga keamanan, Tony telah menghabiskan lima hari di penjara Hurghada tanpa adanya tuduhan.

Ayam empat anak ini harus menunggu dua minggu lagi sementara pihak kepolisian menyelidiki kasus ini.

Disebutkan pula, selama dipenjara Tony mengalami situasi yang sulit. Ia diborgol dan kekurangan makanan serta minuman sejak hari pertama.

Baca Juga: Lagi Mabuk, Turis Ini Digerebek Polisi karena Pakai Bikini di Maldives

Terkait kasus ini, publik tak tinggal diam. Kini, lebih dari 2000 orang telah mendatangani sebuah petisi online yang menuntut kebebasan Tony.

Dalam situs petisi online pembebasan Tony, dijelaskan bahwa saat itu Tony yang sedang berada di pos pemeriksaan terakhir di bandara, tiba-tiba ditabrak oleh si petugas keamanan.

"Tony kemudian dengan lembut menepuk si petugas keamanan bandara itu."

Karena kejadian ini, Tony harus ditahan tanpa pernah mengetahui di mana letak kesalahannya. Belum lagi, ia harus menerima tuduhan melakukan pelecehan seksual.

Hingga berita ini ditulis, pihak keluarga masih terus mengupayakan pembebasan Tony.

×
Zoomed
Berita Terkait TERKINI
Di tengah ancaman krisis iklim dan kerusakan alam, banyak orang mulai mempertanyakan bagaimana cara menikmati liburan ta...
travel | 13:18 WIB
Kasus penembakan tersebut menjadi menjadi sorotan terhadap WNA Australia....
travel | 12:13 WIB
Dua orang pendaki tertangkap pada 15 Juni 2025....
travel | 12:50 WIB
Penetapan Dataran Tinggi Dieng sebagai geopark nasional disambut dengan harapan besar, terutama dari para pelaku wisata ...
travel | 11:00 WIB
Aplikasi yang baik akan membantu Anda menghemat waktu dan uang, serta meminimalkan potensi masalah selama proses pemesan...
travel | 10:00 WIB
Diketahui konten itu diunggah oleh akun media sosial TikTok....
travel | 11:15 WIB
Namun Amir meminta Pemda DIY maupun Pemkab Gunungkidul harus memperhatikan jalur-jalur alternatif....
travel | 10:00 WIB
Angela Gilsha mengaku sempat datang ke sana....
travel | 13:22 WIB
Terdapat kenaikan sebesar 8,92 persen dari total kunjungan sebanyak 3.223.229 kunjungan....
travel | 14:27 WIB
Menurutnya peringatan perjalanan dari Australia ini adalah sebuah risiko, namun wisatawan manapun akan aman di Bali jika...
travel | 14:09 WIB