Sabtu, 22 Februari 2020

Gegara Pukpuk Polisi Bandara, Pria Ini Harus Menginap di Penjara

Tony Camicco dikurung di penjara Hurghada dengan tuduhan pelecehan seksual

Rendy Adrikni Sadikin | Fitri Asta Pramesti
cloud_download Baca offline
Ilustrasi Bandara. (pixabay.com/Skitterphoto)
Ilustrasi Bandara. (pixabay.com/Skitterphoto)

Guideku.com - Pria asal Surrey harus merasakan dinginnya dinding penjara setelah menepuk punggung seorang petugas keamanan bandara

Melansir dari laman Daily Mail, Sabtu (14/2/2020), pria bernama Tony Camoccio harus ditangkap oleh keamanan dan dijebloskan ke penjara yang berkualitas buruk.

Dikatakan kawan Tony, peristiwa bermula ketika Tony, istrinya, dan 18 temannya pergi ke Afrika Utara.

Saat berada di bandara dan hendak bertolak ke sebuah resor pantai Laut Merah, Tony menepuk bagian belakang seorang penjaga keamanan bandara.

Maksud Tony, tepukan yang dilayangkan ke punggung di penjaga adalah gestur sapaan. Namun, si penjaga ternyata mengartikan tepukan Tony dengan pelecahan seksual.

Ilustrasi Petugas Keamanan. (pixabay.com/cocoparisienne)
Ilustrasi Petugas Keamanan. (pixabay.com/cocoparisienne)

Atas apa yang dilakukan kepada si penjaga keamanan, Tony telah menghabiskan lima hari di penjara Hurghada tanpa adanya tuduhan.

Ayam empat anak ini harus menunggu dua minggu lagi sementara pihak kepolisian menyelidiki kasus ini.

Disebutkan pula, selama dipenjara Tony mengalami situasi yang sulit. Ia diborgol dan kekurangan makanan serta minuman sejak hari pertama.

Terkait kasus ini, publik tak tinggal diam. Kini, lebih dari 2000 orang telah mendatangani sebuah petisi online yang menuntut kebebasan Tony.

Dalam situs petisi online pembebasan Tony, dijelaskan bahwa saat itu Tony yang sedang berada di pos pemeriksaan terakhir di bandara, tiba-tiba ditabrak oleh si petugas keamanan.

"Tony kemudian dengan lembut menepuk si petugas keamanan bandara itu."

Karena kejadian ini, Tony harus ditahan tanpa pernah mengetahui di mana letak kesalahannya. Belum lagi, ia harus menerima tuduhan melakukan pelecehan seksual.

Hingga berita ini ditulis, pihak keluarga masih terus mengupayakan pembebasan Tony.

Terkait

Terkini