Geger COVID-19 karena Batita Batuk, Satu Keluarga Diusir dari Pesawat

Keluarga ini terpaksa keluar dari pesawat karena tidak memiliki keterangan tertulis soal kesehatan sang batita.

Yasinta Rahmawati | Fitri Asta Pramesti
Jum'at, 28 Februari 2020 | 18:00 WIB
Ilustrasi Pesawat. (pixabay.com/Hiljon)

Ilustrasi Pesawat. (pixabay.com/Hiljon)

Guideku.com - Peristiwa tidak menyenangkan harus dialami oleh keluarga Emmanuel Faug hanya karena anak perempuannya yang batuk saat berada di pesawat.

Disebutkan, para penumpang lain khawatir jika anak dari Faug yang masih berusia 21 bulan itu mengidap penyakit yang saat ini sedang santer dibicarakan yakni COVID-19.

Tak tanggung-tanggung, ketakutan para penumpang ini membuat keluarga Faug harus rela keluar dari penerbangan.

Merangkum dari laman The Sun, sepasang suami istri, Emmanuel Faug dan Clementine Ferratone beserta tiga anaknya berencana bertolak ke Paris dari Quebec City pada Minggu (23/2).

Lila, anak perempuan Faug dan Clementine yang kala itu batuk di pesawat maskapai Air Transat, membuat beberapa penumpang merasa khawatir sekaligus terancam hingga menyampaikan komplain ke petugas kabin.

Ilustrasi kabin pesawat. (Pixabay)
Ilustrasi kabin pesawat. (Pixabay)

Para penumpang menduga, sang putri Faug bisa saja terjangkit penyakit mematikan COVID-19. Mendengar keluhan para beberapa penumpang, seorang kru kabin pun langsung mempertanyakan kondisi kesehatan Lila kepada kedua orang tuanya.

Mendengar pernyataan bahwa putrinya dikhawatirkan mengidap penyakit serius yang dapat menular, Clementine pun dengan tegas menyakinkan bahwa anaknya hanya menderita flu.

Clementine juga menyebut bahwa ia telah mendapatkan keterangan dari dokter yang menyatakan bahwa anaknya diperbolehkan untuk bepergian.

Hanya saja, Clementine dan Faug tidak bisa menunjukkan keterangan dokter itu dalam bentuk dokumen tertulis.

Baca Juga: Sambangi Solo Naik Jet Pribadi, Maia Estianty Bikin Netizen Iri Berjamaah

Seorang pramugari kemudian meminta dokter yang kebetulan ada di dalam pesawat untuk memeriksa kesehatan Lila.

Setelah diperiksa dokter, Clementine menambahkan, dia dan keluarganya tetap dianjurkan untuk keluar dari pesawat lantaran tidak memiliki sertifikat medis yang menyatakan anaknya tidak terinfeksi virus mematikan.

Terkait keputusan ini, pihak Air Transat menyebut mereka mengambil tindakan sesuai dengan apa yang disarankan oleh MedLink, perusahaan spesialis medis penerbangan.

"Setelah menganalisis situasi, MedLink menentukan bahwa kondisi medis Lila berpotensi menimbulkan risiko yang signifikan bagi penumpang dan awak selama penerbangan," ujar juru bicara Air Transat.

Mendapat perlakuan seperti ini, Clementine mengaku tak habis pikir. Pasalnya, ia telah mendapatkan keterangan bahwa anaknya hanya sakit flu dari dua dokter, namun tetap saja ia harus pergi dari pesawat.

"Ini benar-benar aneh," kata Clementine.

×
Zoomed
Berita Terkait TERKINI
Di tengah ancaman krisis iklim dan kerusakan alam, banyak orang mulai mempertanyakan bagaimana cara menikmati liburan ta...
travel | 13:18 WIB
Kasus penembakan tersebut menjadi menjadi sorotan terhadap WNA Australia....
travel | 12:13 WIB
Dua orang pendaki tertangkap pada 15 Juni 2025....
travel | 12:50 WIB
Penetapan Dataran Tinggi Dieng sebagai geopark nasional disambut dengan harapan besar, terutama dari para pelaku wisata ...
travel | 11:00 WIB
Aplikasi yang baik akan membantu Anda menghemat waktu dan uang, serta meminimalkan potensi masalah selama proses pemesan...
travel | 10:00 WIB
Diketahui konten itu diunggah oleh akun media sosial TikTok....
travel | 11:15 WIB
Namun Amir meminta Pemda DIY maupun Pemkab Gunungkidul harus memperhatikan jalur-jalur alternatif....
travel | 10:00 WIB
Angela Gilsha mengaku sempat datang ke sana....
travel | 13:22 WIB
Terdapat kenaikan sebesar 8,92 persen dari total kunjungan sebanyak 3.223.229 kunjungan....
travel | 14:27 WIB
Menurutnya peringatan perjalanan dari Australia ini adalah sebuah risiko, namun wisatawan manapun akan aman di Bali jika...
travel | 14:09 WIB