Rabu, 27 Mei 2020

Amunisi untuk Nanti, 5 Aktivitas Liburan Anti Mainstream di Yogyakarta

Bikin liburanmu di Jogja nggak gitu-gitu aja!

Silfa Humairah
cloud_download Baca offline
Lagi Asyik Selfie di Atas Paralayang Pria Ini Malah Apes. (Pixabay)
Lagi Asyik Selfie di Atas Paralayang Pria Ini Malah Apes. (Pixabay)

Guideku.com - Sebagai kota destinasi wisata, liburan anti maenstream di Yogyakarta saat ini sedang diburu dan menjadi tujuan destinasi wisata para turis lokal dan mancanegara. 

Wisata alam dan obyek wisatanya yang jaraknya saling berdekatan membuat Yogyakarta sering dikunjungi oleh wisatawan. Menjadi kota wisata favorit setelah Pulau Dewata.

Yogyakarta juga punya banyak makanan khas yang jadi idola para wisatawan jika berkunjung kesini. 

Destinasi wisata yang sering dituju oleh wisatawan antara lain Istana Kraton, Tamansari dan pusat wisata belanja di kawasan Malioboro. 

Banyaknya lokasi wisata, perbelanjaan dan kuliner, nggak heran beberapa turis lokal maupun mancanegara biasanya jadi ketagihan liburan ke Jogja hanya untuk menikmati indahnya kota Gudeg ini.

Bagi kalian yang sudah beberapa kali berkunjung ke Yogyakarta, dan ingin mencoba aktivitas  seru lainnya, Guideku.com punya referensi tempat menarik untuk liburan anti mainstream di Yogyakarta khusus buat kalian nih, yuk kepoin langsung!

1. Sandboarding di Gumuk Pasir Parangkusumo

Sandboarding/Instagram @sandboardingparangtritis
Sandboarding/Instagram @sandboardingparangtritis

Untuk yang mau seru-seruan dan nggak takut kotor, aktivitas sandboarding ini bisa jadi pilihan teman-teman travellers lho!

Masih berada di area Pantai Parangtritis, teman-teman bisa merasakan sensasi meluncur dari perbukitan pasir di Gumuk Parangkusumo menggunakan papan seluncur.

Untuk yang mau sandboarding tapi takut kepanasan, bisa mencoba sandboarding ini di waktu menjelang sore hari.

Untuk merasakan sensasi menjelajahi Gumuk Pasir Parangkusumo, teman-teman travellers bisa menyewa sandboarding dengan rincian harga berikut:

1. Untuk durasi sewa sandboarding selama 30 Menit Rp 100 ribu per papan seluncur
2. Untuk durasi sewa 1 jam Rp 150 ribu per papan seluncur
3. Untuk durasi 2-4 jam Rp 200 ribu per papan seluncur

 

2. Belajar Memanah 'Jemparingan' ala Kesatria Mataram

Belajar memanah 'Jemparingan'/Instagram @johankusumotret.
Belajar memanah 'Jemparingan'/Instagram @johankusumotret.

Jemparingan merupakan seni olahraga memanah yang dulu sering diselenggarakan di wilayah Kraton Yogyakarta.

Aktivitas panahan ini beda dari yang lain. Kalau biasanya kita melakukan aktivitas memanah dengan posisi berdiri, dalam jemparingan kita melakukan aktivitas memanah dengan posisi duduk.

Ada 2 paket pilihan untuk kamu yang ingin belajar memanah tradisional Jemparingan ini:

1.  Belajar memanah saja, tanpa menggunakan atribut pakaian Jawa biayanya sebesar Rp 75 ribu per 6 anak panah.
2. Belajar memanah menggunakan atribut pakaian Jawa biayanya sebesar Rp 150 ribu.

Untuk mencoba pengalaman unik ini kamu bisa datang langsung ke Desa Wisata Banyunibo di Dusun Cepit, Prambanan, Sleman, Jogjakarta.

Jangan khawatir disini kamu akan diajarkan dasar-dasar cara menggunakan panahan tersebut. Selamat Mencoba!

3.Menikmati Pemandangan Pantai Parangtritis dari atas Paralayang.

Paralayang/Instagram @arendyanaris.
Paralayang/Instagram @arendyanaris.

Kalau biasanya teman-teman travelers berkunjung ke Parangtritis untuk sekedar melihat pemandangan dan bermain air di pinggir pantai, cobalah sekali-kali mencoba olahraga ekstrem yang satu ini.

Aktivitas Paralayang ini bisa dicoba di atas bukit Paralayang yang ada di atas pantai Parangtritis

Dipandu dengan trainer yang handal dan fasilitas keamanan yang berstandar, kalian bisa menikmati indahnya pemandangan hutan dan pantai Parangtritis dari atas Paralayang.

Lupa bawa kamera? atau takut bawa kamera sambil naik Paralayang?

Tenang, di sini para trainer Paralayang sudah menyediakan sewa kamera satu paket dengan memorynya. Kalian bisa membayar uang sebesar Rp 150 ribu untuk sekali sewa kamera sport.

Untuk biaya tandem Paralayang, teman-teman cukup membayar tiket naik Paralayang sebesar Rp 350 ribu untuk sekali terbang.

4. Membuat Kerajinan Gerabah di Kasongan

Belajar membuat gerabah/Instagram @lakeishasouvenir.
Belajar membuat gerabah/Instagram @lakeishasouvenir

Pengalaman baru bagi kalian yang masih penasaran bagaimana cara membuat vas dari tanah liat, aktivitas ini bisa kamu coba lho!

Di desa kerajinan gerabah Kasongan ini kamu akan dapat pengalaman seru tentang bagaimana mengolah tanah liat hingga menjadi produk vas yang utuh.

Untuk setiap sesi pelatihannya kalian hanya cukup membayar mulai dari harga Rp 25 ribu per pesertanya, cukup murah bukan? Lokasi Lakeisha Souvenir ini berada di daerah Kajen RT 01, RW 41, Kasongan Bantul.

5. Belajar Membatik dengan Canting Tradisional

Belajar membatik/Instagram @pkgym723y.
Belajar membatik/Instagram @pkgym723y.

Kalau biasanya teman-teman travellers datang ke Jogja untuk belanja kain atau baju batik, coba deh sesekali ikut aktivitas kreatif yang satu ini.

Untuk teman-teman yang tertarik mencoba aktivitas membatik ini bisa datang langsung ke Batik Winotosastro di Jl. Tirtodipuran 54 Yogyakarta.

Untuk setiap sesinya teman-teman harus membayar biaya kursus sebesar Rp 100 ribu saja.

Meski relatif agak mahal, kamu nggak akan rugi lho, karena kamu akan diajari membatik dari mulai awal sampai akhir tahap pewarnaan, dan hasil membatikmu akan bisa kamu bawa pulang untuk kamu jadikan kenang-kenangan.

Itulah lima referensi tempat menarik untuk liburan anti mainstream di Yogyakarta!

Harga dan informasi terkait tempat wisata dapat berubah sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya. (Arendya Nariswari)

Terkait

Terkini