Senin, 21 Juni 2021

Kisah Pasangan yang Terjebak di Resort Mewah Maldives Gegara Pandemi

Bulan madu rasa karantina

Silfa Humairah | Fitri Asta Pramesti
cloud_download Baca offline
Ilustrasi Turis Bulan Madu (Pixabay/Free-Photos)
Ilustrasi Turis Bulan Madu (Pixabay/Free-Photos)

Guideku.com - Berniat menikmati bulan madu selama enam hari di Maldives, pasangan ini malah terjebak berminggu-minggu sekaligus menjadi satu-satunya tamu di sebuah resort mewah bintang lima.

Dilansir Guideku.com dari laman The New York Times, Senin (6/4/2020), Olivia dan Raul De Freitas merupakan pasangan asal Afrika Selatan yang baru saja melangsungkan pernikahan, sebelum akhirnya tiba di Maldives pada 22 Maret lalu.

Jauh sebelum memutuskan menyambangi pulau yang terkenal punya lanskap alam yang eksotis lengkap dengan air laut jernih berwarna turqouise ini, keduanya telah mempertimbangkan soal pandemi Covid-19 yang tengah merebak di berbagai negara.

Namun, kedunya pun akhirnya tetap bertandang ke Maldives setelah pihak agen perjalanan menyakinkan mereka bahwa apapun yang terjadi, warga Afrika tetap diperbolehkan pulang.

Semua baik-baik saja hingga pada hari Rabu, pasangan ini menerima kabar bahwa bandara negara mereka akan ditutup per Kamis malam. Seperti diketahui, untuk bisa ke Afrika Selatan, dibutuhkan 5 jam perjalanan dari Doha, 3 jam transit, dan 9 jam dari Johannesburg.

Jadi, meski mereka bergegas mengambil penerbangan pulang, mereka tak bisa sampai di bandara Afrika Selatan tepat waktu. Tak kehabisan akal, keduanya pun mencoba menyewa speedboat menuju bandara, namun malangnya lagi, Maldives ternyata telah mengumumkan karantina wilayah.

Maldives. (Pixabay/FonthipWard)
Maldives. (Pixabay/FonthipWard)

Alhasil, keduanya pun tak bisa ke mana-mana. Sementara, tamu-tamu resort lain telah berangsur-angsur pergi sebelum adanya pengumuman Maldives lockdown.

Keduanya pun akhirnya memilih benar-benar tinggal di resort setelah usaha mereka mencari bantuan ke Kedubes Afrika Selatan di Sri Lanka tak menemui titik terang.

Kedubes sebenarnya telah menawarkan bantuan untuk mengirim jet yang bisa dipakai untuk kembali ke Afrika Selatan dengan biaya 1,7 miliar. Opsi ini cukup dipertimbangkan lantaran Kedubes menyebut ada 40 warga Afrika yang juga terjebak di Maldives.

Namun dari 40 turis tersebut, hanya 20 yang bersedia berbagi biaya menyewa jet, sisanya menolak untuk membayar. Terlebih, pihak Sri Lanka juga belum memberikan ijin terbang. Akhirnya, opsi sewa jet ini pun tak bisa dipakai.

Mengetahui hanya mereka yang menjadi satu satunya tamu di resort bernama Cinnamon Velifushi Maldives ini, mereka pun tetap melanjutkan aktivitas bak sedang liburan lantaran tak ada hal lain yang bisa dilakukan.

Olivia dan Raul De Freitas menyebut, sehari-hari yang mereka lakukan hanyalah tidur, snorkling, dan berendam di kolam renang. Aktivitas-aktivitas itu mereka lakukan berulang-ulang selama menikmati bulan madu rasa karantina ini.

Meski hanya ada mereka, namun para staff resort tetap bekerja seperti biasa. Maklum saja, sejak adanya lockdown, para staff pun tak bisa ke mana-mana hingga semua tamu pergi dari resort.

Pasangan ini pun masih mendapatkan pelayanan dan fasilitas bak liburan istimewa; hidangan tetap tersaji dengan pelayan dan para koki, instruktor menyelam selalu siap kapanpun saat keduanya ingin menyelam, hingga penampil tetap menggelar pertunjukan meski penontonnya hanya Olivia dan suaminya.

Soal bulan madu sekaligus terjebak di Maldives ini, Olivia menyebut ini sebagai hal yang luar biasa karena bisa mendapatkan perpanjangan waktu. Namun tetap saja, biaya menginap terus membengkak setiap hari.

"Semua orang ingin terjebak di pulau tropis, sampai benar-benar terjebak. Hal ini akan menyenangkan hanya jika kalian tahu kalian bisa pergi," kata Olivia.

Lebih lanjut dijelaskan, pada Minggu (5/4) lalu, Olivia dan Raul De Freitas mendapatkan kabar dari Kedubes untuk mengemasi barang dan pergi ke resort mewah lain guna bertemu dan berkonsolidasi dengan 20-an warga Afrika Selatan yang juga mengalami nasib yang sama, terjebak di Maldives.

Meskipun begitu, hingga berita ini ditulis, tanggal pulang Olivia dan Raul serta para warga Afrika Selatan tersebut masih belum diketahui.

Terkait

Terkini