Telisik Keindahan Situs Tempat Pembuangan Akhir Tertua di Dunia

Bukit hijau nan indah dan bersih di pinggiran Roma ternyata dulunya adalah TPA

Silfa Humairah
Senin, 11 Mei 2020 | 14:30 WIB
Monte Testaccio. ( link.springer.com)

Monte Testaccio. ( link.springer.com)

Guideku.com - Telisik Keindahan Situs Tempat Pembuangan Akhir Tertua di Dunia

Bukit hijau nan indah dan bersih di pinggiran Roma ini bukan gundukan bukit biasa. Sekilas, memang gundukan tersebut tampak seperti sebuah bukit biasa. Pada kenyataannya, itu adalah sebuah TPA kuno zaman Romawi.

Tidak hanya itu, gundukan besar itu juga menjadi salah satu TPA terbesar di zaman kuno. Lalu, apa saja sih isi dari gundukan yang menjadi TPA tersebut?

Gundukan ini sepenuhnya terbuat dari amphorae, jenis guci keramik yang digunakan untuk menyimpan minyak zaitun di zaman Romawi. Diperkirakan gundukan bukit ini mengandung 53 juta sisa amphorae minyak zaitun di mana sekitar 6 miliar liter minyak sudah diimpor dirangkum Guideku.com dari Keepo.me.

Sampah Amphorae. (Monte Testaccio | link.springer)
Sampah Amphorae. 

Banyak bejana digunakan kembali seperti untuk pipa saluran dan pot bunga. Patahan amphorae yang ditumbuk dan dicampur dengan beton ini juga banyak digunakan sebagai bahan bangunan. Namun, guci itu tidak bisa di-recycle karena kandungan minyaknya terlalu banyak dan menjadikannya bau sekaligus lengket. Untuk itu, mereka dibuang di tempat pembuangan sampah.

Menurut para excavator, gundukan tersebut dibangun sebagai rangkaian teras bertingkat. Dinding penahannya dibuat dari amphorae yang hampir utuh diisi dengan pecahan untuk menahan sampah di tempatnya.

Baca Juga: Tak Mau Cuma Diam, Ibnu Jamil Pilih Jualan Mie Ayam Selama Pandemi Corona

Monte Testaccio. ( link.springer.com)
Monte Testaccio. ( link.springer.com)

Amphorae kosong kemudian diangkut ke atas gundukan secara utuh di punggung keledai atau bagal. Lalu dipecah di tempat dengan pecahannya diletakkan dalam pola yang stabil. Air jeruk kemudian disebar di guci yang sudah rusak untuk menetralisir bau busuk minyak.

Monte Testaccio, sebutan untuk gundukan ini, memiliki jumlah amphorae yang besar. Jumlah tersebut menggambarkan permintaan yang sangat besar untuk minyak dari kekaisaran Roma yang pada saat itu menjadi kota terbesar di dunia berpopulasi sebanyak kurang lebih satu juta orang.

Amphorae tersebut sebagian besar masih memiliki segel pembuatnya dan prasasti yang dicap dengan informasi khusus. Seperti berat minyak, tempat pengemasan, sang penimbang, hingga nama eksportir.

Studi prasasti dan komposisi bukit ini menunjukkan bahwa importir minyak zaitun Roma mencapai puncak menjelang akhir abad ke-2 Masehi, ketika sebanyak 130.000 amphorae dibuang di situs ini setiap tahun. Roma juga diperkirakan melakukan impor minyak zaitun per tahun setidaknya sebanyak 7,5 juta liter. 

×
Zoomed
Berita Terkait TERKINI
Di tengah ancaman krisis iklim dan kerusakan alam, banyak orang mulai mempertanyakan bagaimana cara menikmati liburan ta...
travel | 13:18 WIB
Kasus penembakan tersebut menjadi menjadi sorotan terhadap WNA Australia....
travel | 12:13 WIB
Dua orang pendaki tertangkap pada 15 Juni 2025....
travel | 12:50 WIB
Penetapan Dataran Tinggi Dieng sebagai geopark nasional disambut dengan harapan besar, terutama dari para pelaku wisata ...
travel | 11:00 WIB
Aplikasi yang baik akan membantu Anda menghemat waktu dan uang, serta meminimalkan potensi masalah selama proses pemesan...
travel | 10:00 WIB
Diketahui konten itu diunggah oleh akun media sosial TikTok....
travel | 11:15 WIB
Namun Amir meminta Pemda DIY maupun Pemkab Gunungkidul harus memperhatikan jalur-jalur alternatif....
travel | 10:00 WIB
Angela Gilsha mengaku sempat datang ke sana....
travel | 13:22 WIB
Terdapat kenaikan sebesar 8,92 persen dari total kunjungan sebanyak 3.223.229 kunjungan....
travel | 14:27 WIB
Menurutnya peringatan perjalanan dari Australia ini adalah sebuah risiko, namun wisatawan manapun akan aman di Bali jika...
travel | 14:09 WIB