Kamis, 06 Agustus 2020

Negara Ini Tawarkan Tiket Berlibur Usai Pandemi Covid-19, Mau?

beberapa negara menawarkan untuk membayar wisatawan untuk mengunjungi begitu krisis selesai untuk mengunjungi negara mereka.

Silfa Humairah
cloud_download Baca offline
Ilustrasi wisatawan di Italia. (Pixabay/Kirkandmimi)
Ilustrasi wisatawan di Italia. (Pixabay/Kirkandmimi)

Guideku.com - Negara Ini Tawarkan Tiket Berlibur Usai Pandemi Covid-19, Mau?

Sejak pandemi virus corona atau Covid-19 melanda, sejumlah penerbangan dan perbatasan ditutup dan kegiatan liburan pun mau tidak mau harus ditunda.

Tapi belakangan, beberapa negara menawarkan untuk membayar wisatawan untuk mengunjungi begitu krisis selesai untuk mengunjungi negara mereka.

Di Italia, para pelancong ke Sisilia akan dibayar setengah dari ongkos pesawat mereka. Demikian seperti dilansir NY Post. 

Mereka juga dapat menginap untuk satu dari setiap tiga malam yang mereka habiskan di sebuah hotel lokal. Selain itu wisatawan juga akan mendapatkan tiket museum dan situs arkeologi.

Meksiko (Pixabay/mariamichelle)
Ilustrasi tempat wisata di Meksiko (Pixabay/mariamichelle)

Pemerintah akan menggunakan 50 juta euro atau Rp81 miliar untuk mendanai upaya tersebut.

Di Meksiko, resor Cancun juga berencana untuk menawarkan hotel spesial untuk wisatawan yang datang.

Menurut Asosiasi Hotel Cancun, tawaran "Datang ke Cancun 2 untuk 1" akan mencakup dua malam gratis untuk setiap dua yang dibayar, serta kemungkinan diskon penerbangan.

Di Bulgaria, beberapa pantai akan dibuka secara gratis dan mencakup fasilitas seperti kursi berjemur dan payung, meskipun pemerintah tidak akan membayar turis untuk liburan mereka.

Sementara itu, Badan Pariwisata Jepang telah mengklarifikasi kampanye yang sedang dipertimbangkan untuk membayar setengah dari ongkos wisatawan dimaksudkan hanya untuk pelancong domestik.

Kampanye ini berupaya untuk "merangsang permintaan perjalanan domestik di Jepang setelah pandemi COVID-19 dan hanya menutupi sebagian dari biaya perjalanan domestik.

Sebelumnya  Hiroshi Tabata dari Japan Tourism Agency mengatakan pemerintah berencana untuk mengalokasikan 12,5 miliar dolar Amerika Serikat  untuk program penggantian yang dapat diluncurkan paling cepat Juli. (Bimo Ariya)

Terkait

Terkini