Selasa, 07 Juli 2020

Kambing Hitam Sumatera Terlihat di TNGL, Intip Daya Tarik Gunung Leuser

Kegiatan yang bisa traveller lakukan di Taman Nasional Gunung Leuser.

Silfa Humairah
cloud_download Baca offline
Kambing Hitam Sumatera di TNGL. (Instagram/Taman Nasional Gunung Leuser)
Kambing Hitam Sumatera di TNGL. (Instagram/Taman Nasional Gunung Leuser)

Guideku.com - Kambing Hitam Sumatera Terlihat di TNGL, Intip Daya Tarik Gunung Leuser.

Kambing-hutan sumatra (Capricornis sumatraensis sumatraensis) adalah jenis kambing hutan yang hanya terdapat di hutan tropis pulau Sumatra. Populasinya sudah jarang ditemukan, alias sangat langka akibat perambahan hutan secara liar.

Spesies ini ditetapkan dalam daftar tumbuhan dan satwa dilindungi di Indonesia. Dan baru-baru ini terekam kamera jebak di Taman Nasional Gunung Leuser.

Tubuhnya kekar tertutup rambut lebat dan kasar, berwarna hitam keabuan. Moncongnya mirip moncong kerbau. Sedang tanduknya lurus, ramping seperti tanduk antelop dan melengkung ke belakang.

Status konservasinya saat ini rentan atau Vulnerable (VU) karena diyakini mengalami penurunan yang signifikan (mungkin lebih dari 30%, sejak 21 tahun terakhir) akibat perburuan maupun hilangnya habitat.

Tampak berada di Hutan observasi Taman Nasional Gunung Leuser (TNGL), jadi penasaran daya tarik TNGL hingga binatang langka bisa berkeliaran. 

TNGL merupakan kawasan Pelestarian Alam di Indonesia seluas 1.094.692 hektare yang secara administrasi pemerintahan terletak di Provinsi Aceh dan Sumatera Utara.

Taman nasional ini mengambil nama dari Gunung Leuser yang menjulang tinggi dengan ketinggian 3404 meter di atas permukaan laut di Aceh. Taman nasional ini meliputi ekosistem asli dari pantai sampai pegunungan tinggi yang diliputi oleh hutan lebat khas hujan tropis, dikelola dengan sistem zonasi yang dimanfaatkan untuk tujuan penelitian, ilmu pengetahuan, pendidikan, menunjang budidaya, pariwisata, dan rekreasi.

Banyak kegiatan yang bisa dieksplore, mulai dari tracking ke hutan rimba melihat orang utan, mandi dan menyusuri sungai nan jernih, kemudian berpetualang ke goa lalu menjelajah hutan. Berikut Suara.com kegiatan yang bisa traveller lakukan di Taman Nasional Gunung Leuser.

Melihat Orang Utan

Mulai dari menyusuri hutan rimba dan melihat orang utan serta lutung melompat dari satu ranting ke ranting lainnya tentu menjadi pengalaman seru.

Hutan tropisnya masih alami dan banyak semak belukar jadi seru jelajah hutan pedalaman dengan sesekali bertemu dengan orang utan adalah yang dinantikan.

Menyusuri Sungai

Tidak boleh dilewatkan menyusuri sungai saat Anda mengunjungi Taman Nasional Gunung Leuser, menikmati arus sungai Bahorok dengan melakukan arung jeram menggunakan ban menjadi wisata favorit.

Ban diikat dengan tali timba untuk bentuk jaring-jaringnya agar penumpang bisa duduk di antara jaring tersebut.

Dengan ban itu pula sensasi kena arus sungai cukup memacu adrenalin dan membuat penumpang ban tidak bisa berhenti menjerit.

Ada rute panjang selama sejam untuk menyusuri sungai Bahorok dan melihat banyak pemandangan sekeliling sungai, seperti air terjun, jembatan gantung hingga pondok di kanan-kiri dan pemandangan pepohonan rimbun hutan Taman Nasional Gunung Leuser (TNGL).

Wisata Goa

Ada banyak goa yang bisa dieksplore di Kawasan Bukit Lawang, bagi Anda yang suka tantangan bisa memilih Goa Kelelawar dan Goa Air untuk merasakan sensasi bertemu kelelawar di kedalaman goa yang cukup gelap.

Namun, bagi Anda yang takut kegelapan dan ingin lebih eksplore goa yang tidak sulit atau menakutkan, anda Goa Payung yang menawarkan baju stalacmit dan stalactit.

tiap tempat menawarkan pemandangan berbeda-beda pula dan memiliki sudut yang tetap membuat takjub pula.

Terkait

Terkini