Senin, 21 Juni 2021

Sambut New Normal, Lima Destinasi Pariwisata di NTB Ini Siap Dibuka

Ada lima destinasi pilot project yang dibuka secara bertahap

Silfa Humairah
cloud_download Baca offline
Jalur Pendakian Gunung Rinjani Dibuka (faceboook.com/kemenpar)
Jalur Pendakian Gunung Rinjani Dibuka (faceboook.com/kemenpar)

Guideku.com - Sambut New Normal, Lima Destinasi Pariwisata di NTB Ini Siap Dibuka.

Memasuki era new normal, Kepala Dinas Pariwisata NTB Lalu Moh Faozal mengatakan pihaknya ingin segera kembali menghidupkan “mesin” pariwisata yang vakum akibat pandemi COVID-19.

Seperti diketahui, sektor pariwisata merupakan salah satu sektor yang terdampak akibat pandemi.

Faozal mengatakan ketika sektor pariwisata NTB dibuka kembali akan ada lima destinasi pilot project yang dibuka secara bertahap, mulai dari kawasan Gili (Air, Meno, Trawangan), Taman Nasional Gunung Rinjani, Islamic Center, Kawasan Mandalika, dan destinasi di Pulau Sumbawa yaitu Pulau Moyo.

New Normal, Lima Destinasi Pariwisata di NTB Ini Siap Dibuka, Apa Saja? (Shutterstock)

"Kawasan tiga Gili menjadi pilot project saat sektor pariwisata di buka lantaran di sana lebih bisa di organize bagaimana implementasi protokol kesehatan dan penerapan physical distancing, Lalu pintu masuk ke kawasan tersebut sudah ditetapkan dari pelabuhan Bangsal," kata Faozal dalam siaran pers yang diterima Suara.com.

Ia juga menjelaskan Taman Nasional Gunung Rinjani bisa dibuka kembali setelah kawasan Gili.

Meski demikian, perlu koordinasi dengan pihak pengelola terkait daya tampung dan penerapan physical distancing di salah satu dari tujuh gunung tertinggi di Indonesia itu.

Kemudian terdapat kawasan Islamic Center yang pengelolaannya di bawah koordinasi Dispar NTB. Selanjutnya secara bertahap Kawasan Mandalika dengan terus berkoordinasi bersama ITDC sebagai pengelola kawasan ekonomi khusus seluas 1.200 hektar itu.

Di sisi lain destinasi di Pulau Sumbawa yaitu Pulau Moyo yang juga akan segera dibuka.

"Yang paling penting, ketika membuka normal baru, maka pemerintah harus menyiapkan perangkatnya, baik itu kesiapan destinasi ataupun industri lainnya," ujarnya.

Sementara itu, Sekretaris Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Ni Wayan Giri Adnyani, mengatakan bahwa pihaknya terus berkoordinasi dengan Kementerian Kesehatan dan lembaga terkait dalam menyiapkan protokol kesehatan.

Mereka juga terus memverifikasi implementasi Standar Operasional Prosedur Clean, Health, and Safety (SOP CHS) dengan baik dan benar sesuai standarisasi yang ditetapkan.

"Gerakan CHS ini bertujuan untuk meningkatkan kepercayaan wisatawan terhadap destinasi dan industri pariwisata Indonesia usai COVID-19 sehingga destinasi akan siap menerima kunjungan wisatawan, yang pada tahap awal pasti akan didominasi oleh wisatawan domestik," kata Ni Wayan Giri Adnyani. (Bimo Aria).

Terkait

Terkini