Senin, 28 September 2020

Tempat Wisata Ini Cuma Terima Pelancong yang Positif Covid-19, Kok Gitu?

Wisatawan bahkan wajib membuktikannya dengan hasil swab test atau rapid test.

Rima Sekarani Imamun Nissa
cloud_download Baca offline
Ilustrasi tetap menggunakan masker saat liburan. (Pixabay/Engin Akyurt)
Ilustrasi tetap menggunakan masker saat liburan. (Pixabay/Engin Akyurt)

Guideku.com - Ada aturan unik yang diberlakukan Kepulauan Fernando de Noronha. Salah satu tempat wisata yang sedang hits di Brasil ini cuma menerima wisatawan yang pernah terinfeksi Covid-19.

Ya, mereka yang sehat dan belum pernah terinfeksi Covid-19, dilarang menginjakkan kaki di sana. Kenapa?

Melansir Metro, lokasi wisata unik tersebut akan dibuka pada pekan ini, dan pengunjung diharuskan memberi bukti jika sudah terinfeksi Covid-19 dan sembuh.

Sebelum kedatangan, pengunjung harus mengirimkan salah satu dari dua jenis tes Covid-19 seperti PCR atau swab test dan rapid test. Surat hasil tes akan berlaku kalau didapatkan dalam kurun waktu 20 hari sebelum kedatangan.

Ilustrasi menggunakan masker saat bepergian. (Pixabay/Candid_Shots)
Ilustrasi menggunakan masker saat bepergian. (Pixabay/Candid_Shots)

Di tempat wisata tersebut, pengunjung dapat menikmati 21 pulau yang indah, taman laut nasional, dan suaka ekologi dengan beberapa garis pantai yang menjorok, serta ekosistem laut nan beragam.

Lalu, mengapa pihak pengelola hanya membuka untuk orang yang pernah terinfeksi Covid-19? Rupanya, mereka yang sudah pernah terinfeksi Covid-19 dianggap sangat kecil risikonya bisa terinfeksi ulang. Jadi meskipun wisatawan akan berpindah-pindah pulau, risiko tertular atau menularkan Covid-19 ke orang lain sangat rendah.

"Dalam tahap pertama pembukaan kembali ini, cuma wisatawan yang telah terjangkit Covid-19 dan telah sembuh serta kebal terhadap penyakit ini, yang akan diizinkan, (karena) mereka tak dapat menularkannya, atau terinfeksi lagi," ungkap pengelola pulau Guilherme Rocha.

Pulau Noronha sendiri telah tutup sejak Maret, dan menurut Rocha pulau ini aman bagi wisatawan.

"Kita mencari risiko yang serendah mungkin. Dan risiko paling kecil sekarang adalah membuka kembali pariwisata di pulau hanya untuk orang yang telah terinfeksi Covid-19," ujar Rocha. (*Dini Afrrianti Efendi)

Terkait

Terkini